“Kalau tidak salah, kenapa diam? Kami minta pemerintah daerah dan aparat penegak hukum turun tangan. Audit dana desa sejak 2022 sampai 2024. Jangan biarkan rakyat terus dibohongi oleh pejabat kampung yang rakus,” tegas warga lainnya.
Masyarakat kini berharap Inspektorat Pelalawan, Dinas PMD, hingga Kejaksaan Negeri segera turun tangan dan membongkar tuntas skandal ini. Kepala desa yang seharusnya menjadi pelayan rakyat justru dituding menjadi aktor utama dalam penggerogotan dana publik.
Salah satu luapan kemarahan warga pada 17 Jun 2025, FPMK sudah mendemo Kades SIALANG GODANG Syafarudin supaya di copot karena prilaku yang suka Dugem dan Korupsi tidak mencerminkan jiwa seorang pemimpin yang baik.
Dari Kejati ke Kantor Gubernur Riau, Puluhan massa yang tergabung dalam Forum Pemuda Mahasiswa Kota (FPMK) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Selasa (17/6). Massa mendesak Kepala Kejati Riau agar segera mengusut tuntas dugaan mark up anggaran proyek rabat beton tahun 2022 di Desa Sialang Godang, Kabupaten Pelalawan, dengan nilai proyek mencapai Rp423.668.000.
Dalam orasinya, Korlap aksi Yandrizal menyebut proyek rabat beton tersebut diduga sarat indikasi korupsi. Meski baru berusia sekitar tiga tahun, kondisi fisik proyek sudah mengalami kerusakan signifikan. Mereka menduga, proyek itu dikerjakan dengan kualitas rendah, sehingga patut dicurigai terjadi penyimpangan anggaran di masa kepemimpinan Kepala Desa Sialang Godang, Syafarudin.
“Kami minta Kajati Riau segera menyelidiki dan mengaudit ulang seluruh penggunaan dana desa selama Syafarudin menjabat. Banyak kejanggalan, dan masyarakat patut tahu ke mana uang desa itu mengalir,” tegas Yandri
Tak puas berorasi di kantor Kejati, massa FPMK kemudian melanjutkan aksi ke Kantor Gubernur Riau. Di sana, mereka meminta Gubernur Riau Abdul Wahid agar turut menekan Bupati Pelalawan, H. Zukri, untuk segera memanggil dan memeriksa Syafarudin atas dugaan pelanggaran etik berat.
“Seorang kepala desa seharusnya menjadi panutan. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, beliau diduga lebih suka dugem dan karaoke. Ini jelas mencoreng marwah desa. Kami minta Gubernur Riau dan Bupati Pelalawan segera menonaktifkan Syafarudin,” teriak Faris, aktivis FPMK.
FPMK juga mendesak agar jabatan Kepala Desa Sialang Godang segera diisi oleh Penjabat (PJ) yang lebih layak dan berintegritas. “Segera copot Jabatan Syafarudin dan ganti! Ini bukan hanya soal proyek rusak, tapi soal moralitas dan kepercayaan publik,” tegas Faris
Tapi sampai saat ini Kades SIALANG GODANG Syafarudin masih belum tersentuh hukum, apa di karenakan ada oknum membeking beliau?, itu yang selalu menjadi pertanyaan awak media dan siapa kah yang membekinginya sehingga Syafarudin merasa diatas awan dan merasa semua prilakunya bakal aman di mata hukum.***(tim/al)[








