Menggalang Kehidupan Berbangsa Melalui Penguatan Karakter di Museum Kepresidenan RI

LiputanToday (BOGOR) – Museum sebagai lembaga informal memiliki peranan strategis dalam media pembelajaran. Hal ini dikarenakan, Museum Selain tempat Penyelamatan, Penyimpanan, dan Pemajangan Warisan Sejarah Bangsa di masa lalu, juga memainkan peran ke arah peningkatan kehidupan berbangsa yang lebih cerdas, berkepribadian, dan berkarakter.

Pembangunan Museum Kepresidenan RI Balai Kirti sendiri merupakan ide dan gagasan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono dengan tujuan sebagai ruangan yang menyimpan jejak langkah kepemimpinan para Presiden Republik Indonesia yang telah purna bakti. Perjalanan para pemimpin bangsa Indonesia meninggalkan benda-benda bersejarah berupa foto, buku, lukisan, benda seni, dan catatan bernilai sejarah yang menjadi koleksi di Museum Kepresidenan RI Balai Kirti.

Nama Balai Kirti yang berasal dari Bahasa Sanskerta memiliki makna sebagai bangunan yang menyimpan dan memamerkan berbagai benda peninggalan bersejarah, yang pernah membawa kemasyhuran. Dengan demikian, pendirian museum ini bertujuan sebagai rujukan historis mengenai kisah kemasyhuran para pemimpin bangsa Indonesia, serta menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam meneladani perjuangan para pemimpin bangsa.

Saat ini keberadaan museum di Indonesia memiliki lingkup yang sangat luas, karena museum tidak hanya memiliki fungsi sebagai pelindung benda cagar budaya. Melainkan juga sebagai tempat pembentukan ideologi, disiplin, dan pengembangan pengetahuan bagi masyarakat. Oleh karena itu, pentingnya menyadarkan dan mengajak seluruh masyarakat agar mau mengetahui sejarah bangsa adalah mengenalkannya dengan museum.