Pengenalan museum sebagai basis penguatan pendidikan karakter berbangsa saat ini sudah mulai masif dilakukan, hal ini karena dalam upaya membangun bangsa dibutuhkan kepribadian yang matang, mandiri, dewasa, bertanggungjawab, dan memiliki sikap nasionalisme. Di tengah era globalisasi seperti saat ini, masyarakat khususnya generasi muda harus banyak dikenalkan dalam wawasan kemuseuman yang bersifat edukatif.
Dengan demikian fungsi museum sebagai lembaga pendidikan informal dapat dinikmati oleh masyarakat dan dikontekstualisasikan dengan kondisi saat ini untuk penguatan pendidikan karakter. Hal ini sejalan dengan visi dan misi Museum Kepresidenan RI Balai Kirti yaitu terwujudnya museum yang representatif dalam melestarikan dan mengkomunikasikan nilai nilai perjuangan Presiden Republik Indonesia untuk memperkukuh karakter dan jati diri bangsa.
Untuk itu, dalam upaya menyukseskan penguatan pendidikan karakter bangsa di Museum dan sekaligus menyambut hari ulang tahun ke-6. Museum Kepresidenan RI Balai Kirti mengadakan rangkaian kegiatan sebagai bentuk edukasi dan sosialisasi Museum kepada masyarakat. Agenda kegiatan meliputi acara Seminar Daring, Lomba Bercerita, Talk Show di media elektronik, Pameran Daring, dan Kegiatan Bersama Komunitas. Seluruh rangkaian kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom. Di Hotel Grand Savero Bogor, Minggu, (18/10/2020).
Seminar daring ini bertemakan “Menggalang Solidaritas Kehidupan Berbangsa Melalui Penguatan Karakter di Museum Kepresidenan RI Balai Kirti” diselenggarakan pada tanggal 18 Oktober 2020 bertepatan dengan Hari Lahir Museum Kepresidenan RI Balai Kirti. Seminar dibuka oleh Kepala Museum Kepresidenan RI Balai Kirti dengan pembicara kunci Ainun Na’im, Ph.D, M.B.A, selaku Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Seminar ini menghadirkan beberapa pembicara antara lain: Prof. Dr. Ir. K.H. Muhammad Nuh, DEA (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 2009 2014), Ir. Hendarman, M.Sc, Ph.D (Kepala Pusat Pendidikan Karakter Kemendikbud RI), Dr. H. Taufan Pawe, S.H, M.H (Walikota Pare-Pare), Dr. Bima Arya Sugiarto, S.Hum, M.A, (Walikota Bogor), Asmara Abigail (Pekerja Seni) dan Analisa Widyaningrum, M.Psi (Psikolog). Acara ini akan dimoderatori oleh Hamdan Alkafie dan Ratu Nabilla.(Mon).







