Peduli Corona, Komunitas ini Semprot Disinfektan Pakai Bayclin dan Campuran Pembersih

Daeng Hamo, salah satu ojek yang mangkal di BPS, penyemprotan ini bagus karena penyemprotan ini turut mengurangi wabah Virus Corona jadi tidak gampang menular.

“Penyemprotan yang dilakukan ini dengan dasar inisitif teman-teman peduli Covid-19 ini, sehingga kita melakukan gerakan penyemprotan secara massal, jangan parsial,” tambah Muhammad Dinar.

Selanjutnya Dinar menyebutkan, kapan kita lakukan secara parsial otomatis tidak aman bagi daerah yang lain. Seperti misalnya dilakukan cuma satu RT saja jadi kita ini satu RW ada 12 RT, kita lakukan satu kaligus dan dilakukan secara swadaya atas inisiatif teman-teman dan didukung oleh aparat keamanan dari Polsek Biringkanaya.

“Tentunya ini kesadaran bersama dan yang kita fikirkan lagi adalah kelanjutannya bagaimana, bukan kita mau mengisolir ini lokasi untuk kegiatan sosia, tentu dengan program pemerintah kita antisipasi memang, bagaimana di depan sisten satu pintu di BPS. Kedua, bahwa pengadaan pengukur suhu jadi setiap kendaraan yang masuk diamankan dulu untuk disterilkan,” ulas Humas Anggodo ini.

Kepada media Dinar menerangkan, penyemprotan yang dilakukan hari ini akan dilakukan secara berkala, selain penyemprotan juga dengan melakukan himbauan kepada masyarakat dalam bentuk pemasangan spanduk-spanduk untuk mengingatkan jangan keluar rumah kalau tidak memakai masker. Kemudian kalau pulang dari luar segera cuci tangan sebelum masuk rumah, kalau perlu pakaian tadi itu simpan diuar, sebelum dicuci.

Dinar menegaskan, pengadaan masker tidak kami adakan, sebab warga BPS ini semua sudah memiliki masker, cuma kami menghimbau pemakaiannya, yang kedua kita akan melakukan pengadaan barang secara swadaya, kemudian akan ditertibkan petugas yang didepan gerbang utama nantinya apakah akan digilir per RT sambil menyiapkan orangnya untuk memfilter orang masuk. Jadi orang yang akan masuk tadi apabila suhunya lebih dari standar segera dilaporkan, tidak usah masuk kompleks.

“Anggodo ini sebagai sarana seringnya bertemu bermain Domimo, kita-kita ini dalangnya ngumpul, berdiskusi dan menghibur diri di dalam kompleks dari pada keluyuran, tetapi justru kita yang sering ngumpul malah tidak pernah ngumpul. Komunitas Anggodo sendiri sudah 2 (dua) kali mengadakan rapat memanfaatkan videoconfrence, intinya menunjujukkan konsistensi komunitas Anggodo bersama warga BPS terhadap pandemi wabah virus Covid-19,” ujar Dinar.

Muhammad Dinar menutup percakapan, terpenting adalah himbauan jangan lupa selalu mencuci tangan menggunakan sabun untuk kepentingan bersama.