Liputantody.com (Sulawesi Tengah) Misi untuk menyediakan Destinasi Wisata dalam hal ini Wisata Hutan Mangrove/Hutan Bakau di Desa Polo merupakan mimpi yang sebentar lagi akan terwujud.
Pernyataan tersebut di ungkap langsung oleh Kepala Desa Polo Arman Lahay, yang ditemui usai pemantauan pekerjaan Pembangunan Jembatan Wisata Hutan Mangrove, pada Jumat (12/03/21) lalu.
Dalam kesempatan tersebut Arman menerangkan, “Tahun 2019 Pemerintah Desa Polo Kecamatan Bunta mendapat bantuan dari Pemerintah Daerah Propinsi Sulawesi Tengah melalui Program PISEW yang dibawah pengawasan Pemerintah Kecamatan Bunta.
Bantuan tersebut difokuskan untuk Pembangunan Infrastruktur Destinasi Wisata yakni Jembatan Wisata Hutan Mangrove sepanjang + 360 Meter dan 4 Buah Gazebo Pada Tahun 2020.
Pemerintah Desa mengalokasikan penambahan pembangunan Jembatan Hutan Mangrove sepanjang + 200 meter. “Bukan hanya Jembatan saja yang kami bangun, akan tetapi ada juga Pembangunan Ruang Pertemuan (Aula) dan Dermaga”. Tambahnya Arman.
Selain dapat menjadi destinasi wisata yang menarik, keberadaan hutan mangrove sangatlah penting untuk ekosistem sekitarnya. Karena mangrove juga dapat dijadikan tanggul hidup untuk mencegah abrasi.
Arman menegaskan kembali “Nantinya tempat ini akan menjadi satu icon Desa Polo, Selain itu juga akan dijadikan Destinasi Wisata Edukatif.








