LiputanToday.com (Bandung) -, Penangkapan Kepala Lapas Sukamiskin jadi pembuka problematik yang tak terduga, idealnya, lapas bikin napi terbina. Tapi jadi ladang proyek dan “bancakan” semata.
Dilansir Kpk.co.id, Kamar itu berpendingin udara. Dengan sejumlah set furniture, ada ranjang empuk, lemari dan rak yang menempel di dinding, washtafel, toilet dengan shower dan air panas, dispenser, serta televise layar datar berukuran besar. Sepintas, kamar ini seperti sebuah apartemen tipe studio bergaya minimalis.
Namun jangan salah. Ini merupakan Sel Narapidana milik Fahmi Darmawansyah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Ia mendekam di salah satu sel Lapas Sukamiskin akibat terjerat perkara suap proyek satelit monitoring di Bakamlapada pada 2016 lalu.
Kamar mewah itu “Terbongkar” setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan Fahmi dan Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husein, 21 Juli tahun lalu. Fahmi ditangkap lagi karena menyuap Wahid demi mendapatkan fasilitas wah dan izin keluar sel.
Bukan hanya Fahmi yang memiliki sel mewah lagi nyaman di Lapas itu. Inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan Kementerian Hukum dan HAM, juga memperlihatkan kemewahan kamar para napi kourpsi lain. Sebuah fasilitas yang tentu saja tak layak berada di dalam Lapas.








