Si Oknum Guru PNS Bejat Pencabul 30 Murid, Akhirnya Angkat Bicara

649
LiputanToday.com (Lamongan) – Unit PPA Satreskrim Polres Lamongan terus melakukan penggembangan terhadap tersangka berinisial, Slamet Priyanto (46) oknum Guru PNS di salah satu SD Negeri di Kab. Lamongan, Kec. Kedungpreng yang mencabuli 30 Muridnya.

Dalam pers rilis di halaman Mapolres Lamongan, Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Wahyu Norman Hidayat berharap agar korban lainnya agar segera Melapor.

“Kami harap untuk korban yang lainnya agar segera melaporkan ke Mapolres Lamongan,” Harapnya, pada Kamis (04/07/2019) Sore.

Sementara itu dihadapan polisi tersangka Selamet juga mengaku Menyesali atas perbuatannya dan meminta maaf, serta siap bertanggung jawab apa yang telah lakukannya. “Saya khilaf, Saat melakukan tidak sadar dan siap di hukum seberat-beratnya”, Ucap Oknum Guru itu ketika ditanya Kasat Reskrim Polres Lamongan.

Iya juga mengaku, Hanya melakukan pencabulan terhadap 3 muridnya saja. Selebihnya, tersangka mengatakan melakukan tindakan teguran kepada peserta didiknya. sebagai Pembina Kedisiplinan Sekolah saya hanya mencubit Siswi saya, ini saya lakukan untuk menindak Murid yang melakukan pelanggaran di sekolah”, Katanya.

Selain mengamankan tersangka Selamet, Petugas juga menyita barang bukti Surat Pernyataan Keterangan Korban sebanyak 28 Lembar, surat keterangan siswa yang menjadi korban pencabulan yang Menyatakan pernah dicubit Kemaluannya oleh tersangka.

Turut juga disita barang bukti lain, Yakni berupa Pakaian Korban diantaranya 2 Buah Celana Warna Putih dan Biru, 2 Buah Celana Pendek Warna Biru dan Coklat dan Kaos Dalam Warna Putih.

“Atas perbuatan tersebut, Selamet terancam Hukuman Maksimal 15 Tahun penjara, ditambah sepertiga tahun kurungan penjara atau denda Rp. 5 Milyar”. Tandas mantan Kasat Reskrim Polres Jombang itu.

Seperti di beritakan, Aksi Pencabulan terhadap anak puluhan korban itu sejak Oktober 2018 lalu diruang perpustakaan dan kelas. Bejatnya pelaku juga di ketahui pernah melakukan hal yang tak senonoh itu dirumah korbannya.

Modus pelaku diketahui di lakukan pada saat jam pelajaran. korban dipanggil dan diajak ke kelas atau ruang perpustakaan, Modus lainnya, yakni dengan memanggil para korban untuk datang ke rumah pelaku dengan alasan mengambil CD dan Laptop untuk Materi Pembelajaran.

Para korban diancam akan diberi Nilai Jelek jika sampai menceritakan apa yang telah dilakukan tersangka, Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Polres Lamongan oleh para orang tua korban, ketika mendengar cerita atas perbuatan gurunya itu.

 

Penulis : Andik P.
Editor : Kiki.

Translate »