“Drone Hybrid VTOL, baru dimiliki Dittopad. Dengan sayap jenis _Fixed Wing_, produk dalam negeri ini dapat terbang menyusuri berbagai medan sejauh 45 km dengan durasi terbang sekitar 50 menit,” Terang Edi.
Ini sangat penting, lanjut Edi, karena kondisi medan Indonesia yang berbukit dan hutan tropis, memerlukan pesawat yang ramping, daya jangkau jauh dan memiliki kecepatan dan akurasi penginderaan yang bagus.
“Keunggulan lainnya, dari pesawat baru milik Dittopad ini yaitu, terletak kemudahaan saat _take off_ dan _landing_ secara vertikal. Dengan kontruksinya, drone ini tidak membutuhkan area landasan yang luas serta dapat diterbangkan dari area hutan dan medan yang bervariasi,” Jelas Edi.
“Juga di dalamnya dilengkapi dengan kamera udara untuk untuk mendukung pembuatan peta dan video untuk topografi maupun pengintaian medan dan musuh,” Ujarnya.
Dalam tahap persiapan latihan maupun operasi, tambah Edi, Drone Hybrid VTOL dapat digunakan untuk pembuatan peta, penyiapan daerah latihan, atau daerah operasi pertempuran dan _ploting_ rencana kedudukan satuan manuver, Banpur dan Banmin melalui pemotretan udara yang menghasilkan Peta Topografi Rahlat/Rahops.
“Dalam tahap tertentu, kamera foto dan video Drone Hybrid VTOL dapat digunakan pula untuk mengetahui tingkat kerusakan yang diakibatkan pasca pertempuran melalui pembuatan peta pengendalian kerusakan daerah (Dalsakrah),” Pungkasnya. (Red/Barat/Dispenad).







