Dalam amanat tersebut dijelaskan bahwa para pahlawan berjuang tanpa pamrih, bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi demi masa depan generasi penerus yang kini menikmati hasil perjuangan mereka.
Teladan para pahlawan tercermin melalui kesabaran dalam perjuangan, mendahulukan kepentingan bangsa, serta menjadikan perjuangan sebagai ibadah.
Disebutkan pula bahwa setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan tidak berebut kekuasaan. Mereka kembali ke tengah masyarakat untuk mengajar, membangun, dan mengabdi.
“Di situlah letak kehormatan sejati, bukan pada posisi yang dimiliki, tetapi pada manfaat yang ditinggalkan,” ucapnya.
Perjuangan masa kini, sebagaimana disampaikan dalam amanat tersebut, tidak lagi menggunakan bambu runcing, tetapi melalui ilmu, empati, serta dedikasi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.(SHI Group/W. Fanaetu)






