Wapres RI Terima Audiensi PERDISKI, Munas II Siap Digelar

JAKARTA -LiputanToday.com_- Dewan Pimpinan Pusat Pendidik Siswa Kristen Indonesia (PERDISKI) melaksanakan audiensi strategis tingkat tinggi dengan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, di Istana Wakil Presiden, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat pada Sabtu (30-05-2026).

Pertemuan ini merupakan langkah koordinasi intensif dalam mempersiapkan Musyawarah Nasional (Munas) II PERDISKI yang akan diselenggarakan di Surabaya, Jawa Timur.

Secara resmi, PERDISKI juga menyampaikan undangan agar Wakil Presiden berkenan hadir membuka agenda nasional tersebut.

Dalam dialog yang sarat makna dan penuh kehangatan tersebut, Wakil Presiden Mas Gibran Rakabuming Raka menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Munas II PERDISKI.

Beliau menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat pemerataan kualitas pendidikan nasional, khususnya Pendidikan Agama Kristen sebagai pilar fundamental dalam pembentukan karakter, etika kasih, moralitas, dan kecerdasan spiritual generasi muda Indonesia yang berbasis kebangsaan.

Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat peran Pendidikan Agama Kristen sebagai instrumen strategis dalam membangun toleransi beragama, kohesi sosial, dan keadilan pendidikan di tengah kemajemukan bangsa.

Ketua Umum PERDISKI Yusak, S.Th., menyampaikan aspirasi organisasi dengan menekankan urgensi keberadaan PERDISKI sebagai motor penggerak profesi pendidik Kristen di era disrupsi dan kompleksitas tantangan kontemporer.

“Kehadiran PERDISKI di tingkat nasional harus mampu mendorong peningkatan kesejahteraan substantif bagi para guru Pendidikan Agama Kristen. Efektivitas penanaman nilai-nilai keagamaan yang berkelanjutan sangat berkorelasi positif dengan tingkat kesejahteraan, kesehatan mental, dan ketenangan psikologis pendidik dalam mentransfer pengetahuan dan karakter kepada peserta didik,” tegas Yusak.

Sementara itu, Riovold Yulianto, S.Pd.K., selaku Ketua Panitia Pelaksana Munas II PERDISKI, memaparkan kesiapan teknis dan operasional penyelenggaraan Munas di Surabaya. Ia juga menyoroti isu krusial terkait keamanan dan kebebasan beragama.

Riovold menyinggung insiden perusakan rumah doa umat Kristen di Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, yang menyebabkan trauma kolektif dan luka fisik bagi dua anak.