liputantoday.com
Berita Aktual Independent
Foto Iklan Atas

★★ ingin Bergabung Di Dunia Jurnalistik, Media LiputanToday.com Membuka Peluang untuk Menjadi Kepala Biro & Wartawan Di Wilayah Seluruh Indonesia, Info Lebih Lanjut Silahkan Contact Telp/Wa : 085264665678 & Contact Email : Liputantoday.com@gmail.com Atau Redaksi@liputantoday.com ★★

Warga Desa Jatirejo Gunakan Sumur, Antisipasi Kekeringan Saat Musim Kemarau Tiba

139
LiputanToday.com (KENDAL) – Sekitar 3.104 warga Desa Jatirejo, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah mengandalkan tujuh sumur bor untuk memasok kebutuhan air. Tujuh sumur tersebut tersebar di lima RW yang ada di desa tersebut dengan total 20 RT.

Sekretaris Desa Jatirejo, Hantiyono mengatakan setiap harinya warga mengandalkan sumur tersebut untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, hingga untuk diminum. Pasokan air dari sumur tersebut saat ini masih mencukupi. Namun, tidak menutup kemungkinan pada Agustus dan September air bakal terus menyusut karena kemarau.

“Saat ini pasokan air dari tujuh sumur melimpah dan mampu memenuhi kebutuhan warga. Air sumur tersebut juga telah dilakukan uji laboratorium dan layak konsumsi,” ujar Hantiyono.

Dirinya mengatakan, tahun lalu sebagian besar warga masih kekurangan air. Pihak desa pada 2018 membuat dua sumur baru dengan kedalaman sekitar 110 meter. Dua sumur baru satu bantuan dari pemerintah provinsi dan satu lagi menggunakan dana desa.

Selanjutnya, Hantiyono mengharapkan dua sumur yang dibangun di Dusun Duren Lor dan Duren Selatan. Warga dari dua dusun tersebut kerap kesulitan air bersih saat kemarau.

“Saya berharap sumur tersebut bisa mencukupi kebutuhan air bersih untuk warga. Berharap kemarau tahun ini tidak seperti tahun lalu,” Ungkap Hantiyono.

Warga Dusun Duren Lor, Yulianto mengatakan kondisi saat ini sumur yang ada di dusunnya masih mencukupi memenuhi kebutuhan air bersih. Tahun lalu, seingatnya dalam satu bulan empat mobil tangki mengirimkan air bersih. Air tersebut bantuan dari beberapa institusi.

Selain itu, Yulianto menambahkan desa sudah membuat sumur bor baru yang dibangun 2018 menggunakan dana desa. Namun, sumur baru itu saat ini belum difungsikan, karena sumur yang lama masih mampu memasok kebutuhan air bersih. Sumur baru itu siap pakai jika kekurangan air bersih mulai melanda warga dusun. Berdasarkan pengalaman puncak kemarau terjadi di Agustus dan September.

“Hampir setiap tahun dusun kami kesulitan air bersih. Tahun lalu tidak sedikit warga menimba air di sumur yang lokasinya sekitar dua kilometer dari pemukiman,” Jelas Yulianto.

Text Id Pers Bawah Rilis Berita
Foto Iklan 970*300