LiputanToday.Com (NTT) – Dewan Pimpinan Daerah Partai Mahasiswa Indonesia NTT kecam tindakan yang dilakukan Pemerintah Provinsi NTT menggusur 19 rumah warga Besipae, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Hal ini disampaikan Ketua DPD Partai Mahasiswa Indonesia NTT, Yeter Tetty saat mengunjungi lokasi penggusuran pada Minggu (23/10/2022) malam.
Dirinya menyampaikan bahwa kondisi masyarakat Besipae saat ini tidur dibawah kolong rumah yang sudah dirobohkan, ada juga yang membuka terpal sebagai tenda darurat untuk berlindung.
“Anak-anak usia sekolah, mulai dari Jumat (21/10/2022) pasca penggusuran, tidak mengikuti sekolah seperti biasanya karena terganggu secara psikologis, pakaian sekolahnya pun basah dan kotor,” katanya dengan kesal.
Anak muda asal TTS ini meminta Pemprov NTT bertanggung jawab terhadap tindakan yang tidak manusiawi tersebut. Yeter mengatakan sampai saat ini Pemprov NTT telah menggusur 19 rumah warga yang terdiri dari 12 rumah yang dibangun oleh Pemprov tahun 2020 lalu dan 7 rumah warga yang dibangun dengan usaha sendiri.








