Sementara Kepala Staff Armada II, Lakasama Pertama TNI Ahmadi Heri Purwono, mengatakan latihan CARAT 2019 ke-25 ini adalah kegiatan latihan bersama antara TNI AL dengan militer Amerika yakni AL AS dan Korps Marinir AS (USMC). Latihan ini sudah berlangsung sejak tahun 1995.
“Kegiatan ini untuk meningkatkan hubungan bilateral kedua negara, saling pemahaman dan memberikan kontribusi positif untuk memperkuat hubungan Angkatan Laut kedua Negara,” Ujarnya.
Acara yang digelar selama tujuh hari tersebut selain latihan bersama juga ada kegiatan bakti sosial.
“Ada kegiatan bakti sosial memperbaiki gedung sekolah di Duduk Sampeyan, Gresik. Simposium, latihan bersama dan perang di laut yang melibatkan tiga KRI kita dan kapal dari Amerika yang berjumlah enam kapal,” Kata Heri.
Laksamana bintang satu ini memaparkan, kegiatan CARAT 2019 ke-25 ada sedikit berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Yakni kedua militer akan mengelar kegiatan untuk penyelamatan dilaut.
“Ada penambahan diantaranya adalah simposium tentang pengamanan, tentang kesehatan, orang jatuh dilaut seperti yang dikatakan oleh Rear Admiral Joey Tynch mencontoh jika Indonesia banyak nelayan dari kakek-kakek sampai cucunya, ketika mereka melaut bagaimana menolong mereka jika terjadi sesuatu,” Papar dia.
Dalam latihan bersama ini, Angkatan Laut Indonesia dan Amerika akan saling berbagi sejumlah kemampuan. Kedua negara juga mengelar latihan manuver lapangan di Laut Jawa pada 4-5 Agustus dengan melibatkan dari unsur TNI AL yakni KRI Sultan Iskandar Muda 367, KRI Nala 363, KRI Sampari, heli Bell, heli Panther dan pesawat TNI AL.
Saat ini, sebagian prajurit USMC sudah mendarat di pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi pada tanggal 31 Juli 2019 dengan menggunakan kapal USNS Fall River. Mereka bergabung bersama Marinir Indonesia untuk latihan bersama di Pusat Latihan Pertempuran (Puslatpur) Korps Marinir 5 Baluran. (Aidil F/Ali Masduki).








