“Saya hanya ingin sekolah dan melanjutkan pendidikan,” ujar Ayla.
Hondro juga menyoroti berbagai persoalan yang menurutnya masih menjadi keluhan masyarakat dalam pelaksanaan SPMB. Ia berharap pemerintah dapat memberikan ruang dan kesempatan yang lebih luas bagi siswa yang belum diterima, terutama dari keluarga kurang mampu.
“Kami akan tetap berada di tengah masyarakat untuk memperjuangkan anak-anak yang belum diterima di sekolah negeri. Harapan kami pemerintah membuka peluang, baik melalui penambahan kursi maupun kebijakan lain yang sesuai aturan. Yang terpenting, jangan sampai ada anak yang kehilangan kesempatan belajar,” tegasnya.
Selain itu, Hondro meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap pemanfaatan kuota yang tidak terisi pada jalur tertentu agar dapat dimaksimalkan untuk memberikan kesempatan kepada siswa yang masih belum mendapatkan sekolah.
Menurutnya, pendidikan merupakan hak seluruh anak bangsa yang tidak boleh terhambat hanya karena persoalan administrasi maupun keterbatasan ekonomi.
Sementara itu, Humas DPC GRIB Jaya Kota Pekanbaru, Sabam Tanjung, mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke rumah Nurhalizah, orang tua Ayla Azzuhra Balqis, di Kelurahan Sukaramai, Kecamatan Pekanbaru Kota.
Dari hasil peninjauan tersebut diketahui bahwa ayah Ayla bekerja sebagai buruh angkut di pasar, sementara ibunya turut membantu perekonomian keluarga dengan penghasilan yang sangat terbatas.
“Kami melihat langsung kondisi keluarga ini. Mereka tinggal di rumah kontrakan sederhana dengan biaya sewa sekitar Rp350 ribu per bulan. Kondisi ekonominya sangat memprihatinkan. Namun mereka tidak masuk dalam data keluarga kurang mampu,” ujar Sabam.
Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan perlunya evaluasi terhadap sistem pendataan masyarakat miskin agar bantuan dan program pemerintah benar-benar tepat sasaran.
Sebagai tindak lanjut, GRIB Jaya Kota Pekanbaru berencana membuka Posko Pengaduan Pendidikan bagi masyarakat kurang mampu yang mengalami kendala dalam proses SPMB. Posko tersebut akan beroperasi di Sekretariat DPC GRIB Jaya Kota Pekanbaru untuk menampung aspirasi dan keluhan masyarakat.
Sabam Tanjung berharap Pemerintah Provinsi Riau dapat memberikan perhatian khusus terhadap anak-anak dari keluarga kurang mampu yang belum memperoleh kesempatan bersekolah di sekolah negeri.
“Kami berharap pemerintah hadir memberikan solusi. Jangan sampai ada anak-anak Pekanbaru yang menganggur dan tidak melanjutkan sekolah hanya karena tidak mendapatkan kursi di sekolah negeri. Pendidikan adalah hak seluruh anak bangsa dan harus bisa diakses oleh semua kalangan,” tutupnya.
Liputan ST
Red/Feri tanjung








