oleh

Dua Psikolog TNI AL, Damping 115 Taruna AAL Tingkat l di Pelayaran Pra Jalasesya

LiputanToday.Com (Surabaya) – Dua orang psikolog dari Dinas Psikologi Angkatan Laut (Dispesial) diikutkan dalam Latihan Praktek Layar Pra Jalasesya yang diperuntukan bagi Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Tingkat l Angkatan Ke-68 yang dilepas Gubernur AAL Laksda TNI Edi Sucipto, S.E.,M.M. kemarin di Lapangan Banda, AAL, Bumimoro, Surabaya.

“Dua perwira Dispesial ini adalah Mayor Laut (KH) Joko Parjianto, M.Psi. dan Lettu Laut (KH) Yudhistira Arya, S.Psi. yang akan turut mendampingi Taruna selama 14 hari pelayaran dengan menggunakan KRI Makasar-590 dengan rute Surabaya, Balikpapan, Palu, Surabaya,” terang Kepala Departeman Kepemimpinan (Kadeppim) AAL Letkol Laut (KH) Anon Susilo Hadi, M.Sc, usai olahraga bersama, Selasa (17/3).

Menurut Anon, sapaan akrabnya Kadeppim yang juga seorang Psikolog ini mengatakan bahwa tujuan dari keterlibatan Tim Psikologi TNI AL dalam pelayaran ini, antara lain untuk melakukan observasi dinamika perilaku Taruna dan Taruni selama mengikuti kegiatan pelayaran.

Aktifitas pelayaran ini lanjutnya, akan menjadi salah satu media yang bagus untuk melakukan beberapa asesmen awal, yang hasilnya akan digunakan untuk melengkapi hasil atau data pemeriksaan psikologi dalam rangka penjurusan Korps yang akan dilaksanakan oleh para Taruna dan Taruni setelah mereka selesai Lattek.

Menurutnya hal ini juga untuk memberikan support dan pembekalan psikologi kepada Taruna dan Taruni agar mereka secara psikis siap menerima Korps (Pelaut, Teknik, Elektronika, Suplai dan Marinir :Red) yang diberikan, sehingga kemudian mereka diharapkan mampu segera mnyesuaikan diri dengan tuntutan proses belajar selanjutnya di kampus sesuai dengan Korpsnya masing-masing.

Pendampingan ini tambahnya, juga bisa digunakan untuk memberikan pembekalan psikologi yang dikaitkan dengan current issue, misal : menjaga pola hidup sehat secara psikis, dikaitkan dengan issu yang saat ini hangat dan membuat masyarat dunia waspada yaitu, issu penyebaran Covid 19. terangnya. (red).

Berita Terbaru