“Kami mengapresiasi langkah Bapak Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw beserta Jajarannya yang sangat peka terhadap munculnya gerakan gerakan seperti itu dengan pendekatan pendekatan humanis kepada masyarakat papua yang belum terkontaminasi dengan doktrin doktrin kelompok KKB dan upaya penegakan Hukum terhadap oknum oknum yang mau mendukung gerakan gerakan KKB itu, begitupun juga jajaran TNI yang siap sedia berkolaborasi dengan Polisi kapan saja untuk menjaga keamanan di Papua” ujar mantan Koordinator Presidium Nasional Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Sosial Politik Se Indonesia itu.
Sekedar diketahui, atas ulah KKB kali ini, Korban adalah seorang tukang ojek bernama Badawi umur 51 tahun beralamat di Kompleks masjid Kampung Yokatapa. Korban dibacok dengan menggunakan senjata tajam (Parang) yang menyebabkan tangan sebelah kiri putus. Karena kehabisan darah akhirnya Korban meninggal dunia di tempat.
Korban kemudian dievakuasi oleh masyarakat setempat bersama Aparat TNI-POLRI ke Puskesmas Bilogai menggunakan kendaraan roda empat milik Pasturan. Di Puskesmas Bilogai, Korban ditangani oleh Tim medis dipimpin dr. Mirza.
Penyerang terhadap masyarakat sipil kali ini hanya berselang 3 hari dari kejadian penyerangan sebelumnya (14/9/2020) yang mengakibatkan 2 orang warga sipil menjadi korban dan sekarang masih dirawat di RSUD dan RSMM Timika atas nama Fathur Rahman 23 tahun dan Laode Anas Munawir 33 tahun. (Navi/red).







