Dia juga menyampaikan, IKA FKIP harus menjadi contoh bagi alumni lainnya. Dia juga berpesan, agar kampus menjadi sarana untuk pendidikan moral yang baik. Jangan malah kampus jadi ajang perbuatan yang tidak layak, seperti yang terjadi belum lama ini di sebuah kampus di Riau. “Ada mahasiswa yang mengapak muka mahasiswi. Ini perbuatan tidak terpuji,” tegas Gubri mengingatkan.
Mewakili Rektor, Prof Hermandra mengatakan, dia bersyukur atas pelantikan IKA FKIP ini. Ikatan keluarga alumni ini harus kompak dan mampu menjadi pemersatu. Alumni yang paling banyak dan terbesar di Universitas Riau adalah IKA FKIP. “Jadi harus jadi yang terbaik pula,” jelasnya.
Sementara Ketua IKA Unri, Wan Muhammad Hasyim, meminta pula agar IKA FKIP tidak saja menjadi panutan, tapi bisa membantu mengembangkan kegiatan bermanfaat, baik bagi sesama alumni, masyarakat dan mahasiswa yang akan datang. Karena itu dia mendukung pelantikan BEM Unri diadakan bersamaan dengan pengukuhan IKA FKIP.
Dr. Suhardiman Amby yang tampil terakhir, atas nama Ketua IKA FKIP dan Bupati Kuansing menyebut, mohon diingatkan jika ada yang salah memimpin organisasi alumni ini. Dia berjanji akan membuat organisasi keluarga ini lebih baik dari sebelumnya.
Selain itu, Suhardiman juga menjelaskan kondisi terkini Kuantan Singingi yang dipimpinnya. Mulai dari sisi ekonomi, pendidikan, luas wilayah, sumber daya alam dan lainnya, sehingga Kuansing menjadi salah satu Kabupaten yang bisa disebut berprestasi di Provinsi Riau. (**)








