Informasi lainnya pun berhasil dihimpun tim investigasi KBO Babel di lapangan serta narasumber di lapangan menyebutkan jika aktifitas tambang ilegal di lokasi Kolong Buntu berawal dikoordinir oleh segelintir oknum warga asal Sungailat, salah satunya berinisial, Ag diketahui sebagai tokoh masyarakat.
Dalam memulai misi tambang ilegal ini Ag pun diketahui selaku ketua RT02 Lingkungan Nangnung bergandengan dengan seorang oknum aparat berinisial Ad dengan maksud agar bisnis ilegal yang akan dijalani itu (tambang di Kolong Buntu) bisa berjalan aman dan lancar.
Selain itu dalam lingkaran tambang ilegal di lokasi ini pun Ag pun menggandeng pula seorang oknum warga berinisial Fr warga Sungailiat. Fr pun disebut-sebut berperan mengkoordinir sejumlah oknum awak media.
Meski terhitung beroperasi secara ‘terang-terangan’ selama dua pekan tak sedikit perolehan hasil dari giat tambang ilegal ini menurut sumber perolehan perhari 1 ton.
Jika memang perhari perolehan hasil tambang mencapai angka 1 ton maka diperkirakan tak sedikit peredaran dana dalam lingkaran tambang ilegal itu.
“Ku cuma prihatin bai kek masyarakat kite khususnya warga yang menerima bantuan dari panitia. Mereka (warga — red) tahunya ade rezeki dari hasil kegiatan tambang tak peduli itu ilegal atau apa, padahal dibalik itu semua mereka hanya tameng bagi para oknum koordinator termasuk oknum aparat yang bermain guna kepentingan pribadi bai,” singgung warga ini seraya menyinggung pula soal oknum kolektor selaku penampung hasil perolehan biji timah.
“Nah itu hasil produksi e lari kemane?. Lalu kolektor yang nampung timah pun perlu diselidiki, sekalian juga disikat oleh penegak hukum mesti tegas!,” sindirnya lagi.
Aktivitas tambang ilegal di Kolong Buntu itu sebelumnya sempat diketahui bahkan sempat ditinjau oleh pihak Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung (Kejati Babel).
Dikabarkan Akan Beroperasi Kembali
Sepekan aktifitas tambang ilegal beroperasi di lokasi itu malah menuai sorotan warga lingkungan sekitar hingga menimbulkan reaksi kecaman keras dari sejumlah warga lantaran warga menolak adanya aktifitas tambang di lokasi lingkungan warga hingga akhirnya viral di pemberitaan di sejumlah media daring.
Dalam menjalankan misi ilegal ini pun diduga tak saja melibatkan segelintir oknum aparat akan tetapi para oknum yang mengkoordinir atau seolah-olah berperan sebagai ‘Sutradara’ dibalik akrififas tambang ilegal di lokasi ini memakai siasat lain dengan modus dalih untuk kepentingan membantu masyarakat untuk kebutuhan menyambut lebaran Idul Fitri 2024.
Padahal diketahui, nota bene aktifitas tambang yang dilakukan itu justru ilegal meski dalih kepentingan tempat ibadah (masjid) yang terdapat di lingkungan sekitar.
Mirisnya informasi lain diperoleh oleh tim investigasi KBO Babel di lapangan menyebutkan pula dalam waktu dekat ini segelintir oknum warga dikabarkan berencana akan membuka kembali aktifitas tambang ilegal di lokasi Kolong Buntu.*shi/s.harita








