Bazar UMKM menjadi daya tarik utama, menghadirkan produk-produk unggulan lokal mulai dari kuliner khas daerah, minuman herbal olahan, tenun tradisional, hingga kerajinan tangan yang memperlihatkan kreativitas warga Pekanbaru dan sekitarnya.
Ketua Umum PKMNR, Saudara Hondro, menekankan bahwa kegiatan ini tidak sekadar seremonial, tetapi merupakan platform strategis untuk mendorong pelestarian budaya serta mendukung pelaku usaha kecil agar lebih dikenal masyarakat luas.
“Pasar Rakyat adalah panggung rakyat. Kami ingin semua komunitas ikut ambil bagian dalam menjaga budaya dan memajukan ekonomi rakyat. Inilah wajah Pekanbaru yang ramah, terbuka, dan penuh semangat kebersamaan,” ujar Saudara Hondro.
Kegiatan ini akan berlangsung hingga Selasa (8/7), dan diprediksi menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Riau tahun ini. Kehadiran berbagai komunitas, termasuk dari etnis Nias, Minang, Melayu, Jawa, Batak, hingga Tionghoa, semakin memperkuat identitas Kota Pekanbaru sebagai kota yang hidup dalam semangat multikulturalisme dan toleransi.
Pasar Rakyat 2025 bukan hanya menjadi simbol semarak budaya, tetapi juga panggung inklusi sosial yang menyatukan keberagaman dalam harmoni, menjadikan Pekanbaru sebagai kota bertuah yang terus tumbuh dengan nilai-nilai tradisi dan kemajuan zaman.**(Red-)
Penulis : Ptr








