Pengacara Tahir: Tak Ada Alasan Hukum Menghukum Klien Kami

Dalam perjalanannya, ternyata aset yang dimaksud dalam BAP semula, tidak dijual oleh Tahir. Hanya saja sudah pindah gudang dari Sekupang ke Bukit Senyum Batam. Gudang milik saksi William yang disebut-sebut sebagai pembeli. Dan Willian telah menyatakan, bahwa mesin itu bukan ia beli. Tapi Tahir meminta tolong agar mesin yang sudah tua itu diperbaiki.

Sikap Tahir Ferdian Selalu Santun dalam Persidangan

Meski mendapat tuduhan yang dialamatkan padanya yang tak benar dan tak berdasar, Tahir Ferdian selalu menghadapi dengan tenang. Pantauan wartawan, sejak sidang pertama kali sampai dengan saat ini, Tahir justru lebih tenang, sopan. Menunjukan kesantunannya di muka pengadilan.

Selain itu, pantauan wartawan, Tahir juga koperatif setiap kali persidangan. Tahir Ferdian juga kerap melemparkan senyum kepada wartawan dan kepada semua pengunjung sidang.

Dapat Dukungan dari Kerabat

Ada yang berbeda dengan sidang lainnya. Meski sudah terdakawa, namun siapa sangka kerabat Tahir dari Jakarta menjenguknya di Batam. Bahkan dalam ruang sidang Selasa kemaren, belasan kerabat Tahir dari kumpulan mak-mak mengahadiri sidang dengan tenang dan sopan. Seorang Mak-mak yang diwawancarai wartawan mengatakan, selama ini mereka nilai Tahir baik.

Tuduhan macam-macam yang dialamatkan, itu juga tidak berdasar. Tahir dikenal sebagai pengusaha kelas kakap. Keterledoran anak buah dalam menjalankan perusahaan terkadang kena imbasnya Tahir.

“Yang kami tahu, pak Tahir dan istrinya baik. Meski pun kaya raya dan banyak aset dia selalu sopan sama orang. Mungkin ada keterledoran di perusahaannya itu biasa. Bisa saja anak buah yang salah karena tak bisa mengendalikan perusahaan, yang kena pak Tahir. Justru hal ini menguatkan pak Tahir. Orangnya baik kok. Makanya kami heran kalau dibilang dia tipu aset yang tak seberapa dibandingkan harta pak Tahir,” ujar seorang Mak-mak itu yang meminta namanya tak ditulis wartawan.(Red/Tim).