, ,

8 Bulan Jalankan Prostitusi Online, Akhirnya Mucikari di Bekuk Polisi

LiputanToday.Com (ASAHAN) – Seorang mucikari yang menjalankan bisnis prostitusi secara online ditangkap Petugas Polres Asahan di salah satu hotel di Kota Kisaran Kabupaten Asahan.

Tersangka yang berinisial R-A-H ini dibekuk petugas Kepolisian di hotel Central jalan Sei Gambus Kelurahan Sendang Sari Kecamatan Kisaran Timur Kabupaten Asahan, Rabu (08/01/2020) beberapa saat setelah mengantar seorang perempuan kepada pelanggan nya.

Terungkapnya kasus prostitusi online ini berkat informasi dari masyarakat yang mengatakan adanya seorang mucikari yang menjual Jasa Layanan Sex berbayar secara Online melalui aplikasi media sosial. Petugas yang mendapat informasi melakukan melakukan penyamaran dan memesan jasa layanan sex kepada sang mucikari. Tersangka lalu datang membawa seorang perempuan dan mengantarkan nya ke kamar yang sudah di informasikan, kemudian tersangka menunggu di pelataran parkir hotel.

“Anggota lain lalu datang ke lokasi dan menanyai perihal keberadaan tersangka di pelataran parkir hotel tersebut. Kemudian tersangka mengatakan bahwa dirinya sedang menunggu teman wanita nya yang baru saja diantarnya kepada pelanggan nya ke kamar hotel. Tersangka kemudian diamankan beserta handphone yang digunakan sebagai alat komunikasi untuk mencari pelanggan”, jelas Kapolres Asahan AKBP Faisal F. Napitupulu, S.I.K., M.H. saat menggelar jumpa pers di Polres Asahan, Kamis (23/01/2020).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka mengaku sudah menjalankan bisnis prostitusi online nya selama 8 bulan dengan menggunakan aplikasi media sosial.

“Dari hasil pemeriksaan, sampai saat ini ada 10 orang korban perempuan yang sudah pernah ditawarkan jasa nya kepada pria hidung belang. Korban mengaku sudah 8 bulan menjalankan bisnis prostitusi online nya melalui aplikasi media sosial. Untuk tarif bervariasi sesuai dengan pesanan pelanggan dan sang mucikari mengaku mendapat upah 15 persen dari tarif yang disepakati”, ungkap mantan Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Sumatera Utara tersebut.

Saat ditanyai adanya keterlibatan anak dibawah umur yang digunakan oleh tersangka, Kapolres menjelaskan pihak nya masih melakukan pengembangan untuk mengetahui apakah ada korban yang masih dibawah umur yang diperdagangkan oleh pelaku.

Tersangka akan dijerat dengan Pasal 45 ayat (1) UU RI No. 19 Tahun 2019 dengan Perubahan UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Pasal 296 jo 55 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, dengan ancaman hukuman penjara selama 6 tahun. (Red/Jimmy).

, ,

4 Pencuri di Kios HP Ditembak Polisi Unit Jatanras Polres Asahan

LiputanToday.Com (ASAHAN) – 4 Orang pelaku bongkar rumah dan pencurian hp di kios ponsel dibekuk petugas Unit Jatanras Sat Reskrim Polres Asahan, Ke empat nya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas dibagian kakinya karena berusaha melawan petugas dan melarikan diri saat hendak ditangkap.

“Ke 4 pelaku ini merupakan 2 kelompok yang berbeda dan melakukan tindak pidana yang berbeda. 2 orang melakukan pencurian handphone di kios ponsel dan 2 orang lain nya mencuri di rumah warga”, ungkap Kapolres Asahan AKBP Faisal F. Napitupulu, S.I.K., M.H. kepada awak media saat menggelar press release di halaman Polres Asahan, Kamis (23/01/2020).

2 pelaku pencurian di rumah warga berinisial H-N dan B-A. Kedua nya masuk ke rumah warga yang berada di jalan Cemara Kelurahan Selawan Kecamatan Kota Kisaran Timur Kabupaten Asahan pada hari Selasa (14/01/2020) saat korban pergi sholat subuh. Para pelaku masuk dari pintu belakang yg tidak terkunci dan mengambil 2 unit handphone serta satu unit sepeda motor Honda Vario. Setelah melakukan penyelidikan, kedua pelaku berhasil ditangkap pada hari Sabtu (18/01/2020) di jalan SM. Raja kota Kisaran Kabupaten Asahan, beserta barang bukti 1 unit sepeda motor dan 2 unit handphone.

Kemudian 2 pelaku pencurian handphone berinisial H-A dan A-S, menjalankan aksinya pada hari Senin (13/01/2020) di kios ponsel yang berada di lingkungan VIII Binjai Serbangan Kecamatan Air Joman Kabupaten Asahan. Modus kedua tersangka berpura-pura membeli pulsa senilai 10 ribu rupiah dan meminjam charger handphone untuk mengisi baterai ponsel miliknya. Saat melakukan pembayaran, pelaku memberikan uang sebesar 52 ribu rupiah. Ketika penjaga kios ponsel mengambil uang kembalian, saat itulah para pelaku mengambil handphone merk Samsung milik korban dan kemudian melarikan diri.

“Setelah kejadian, korban membuat laporan ke Polres Asahan. Kedua pelaku berhasil dibekuk Petugas Unit Jahtanras Polres Asahan 1 jam kemudian di Dusun II Desa Subur Kecamatan Air Joman Kabupaten Asahan. Dari kedua nya petugas menyita barang bukti 2 unit handphone dan 1 unit sepeda motor”, jelas mantan Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumatera Utara tersebut.

Ke empat tersangka terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena berusaha melarikan diri dan melawan petugas saat hendak ditangkap. Para pelaku akan dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) ke 4e, dengan ancaman hukuman penjara 7 tahun.

Orang nomor satu di Polres Asahan tersebut menghimbau kepada masyarakat agar memastikan pintu dan jendela dalam keadaan terkunci apabila hendak meninggalkan rumah, serta waspadai modus orang yang berpura-pura sebagai pembeli.

“Jangan coba-coba berbuat kejahatan di wilayah hukum Polda Sumut khususnya di Kabupaten Asahan, pasti akan kami tindak tegas”, tutup Kapolres. (Red/Jimmy).

5 dari 7 Bandit Jalanan di Tembak Polisi

LiputanToday.Com (Asahan) – 7 orang bandit jalanan yang kerap beraksi di sejumlah kawasan di Kabupaten Asahan di bekuk petugas Satuan Reskrim Polres Asahan. 5 orang diantara nya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas dibagian kaki nya, karena berusaha melawan petugas dan melarikan diri saat hendak ditangkap.

Kapolres Asahan AKBP Faisal F. Napitupulu, S.I.K., M.H. saat menggelar temu pers di Polres Asahan, Jumat (29/11), menjelaskan bahwa 7 orang tersangka ini merupakan hasil ungkap dari 4 kasus yang dilaporkan oleh masyarakat kepada Polres Asahan.

“Dari 3 orang tersangka terlibat dalam kasus pencurian sepeda motor (curanmor) dan 4 orang pelaku lainnya terlibat kasus pencurian dengan pemberatan (curat). Untuk kasus curanmor ada 2 kasus, dan kasus curat ada 2 kasus”, ungkap Faisal didampingi Kasat Reskrim AKP Ricky Pripurna Atmaja dan Kanit Jatanras Ipda Mulyoto.

Dari para pelaku, petugas menyita sejumlah barang bukti antara lain 1 unit sepeda motor hasil curian, kunci pas ring (kunci T), kalung emas, handphone, serta tas wanita yang berisi buku tabungan dan sejumlah uang.

Kapolres menghimbau agar masyarakat lebih berhati-hati menjaga barang-barang berharga dan terhadap orang-orang disekitar tempat tinggal. “Saya himbau agar masyarakat lebih waspada dan memastikan pintu serta jendela rumah sudah terkunci, untuk menghindari pencuri masuk ke dalam rumah”, kata Kapolres.

Mantan Kasubdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumatera Utara ini menegaskan pihak nya bertekat akan terus membasmi kejahatan jalanan yang meresahkan ataupun membahayakan jiwa masyarakat, agar masyarakat bisa melakukan aktifitas dengan nyaman dan aman dimana pun dan jam berapa pun.

Dalam kasus curanmor dan curat, beberapa orang pelaku masih dalam pencarian, dan satu unit sepeda motor haail curian saat ini masuk dalam daftar pencarian barang.

“Saya himbau kepada para pelaku lain agar segera menyerahkan diri, karena cepat atau lambat pasti akan kami tangkap. Kami tidak akan segan-segan melakukan tindakan tegas dan terukur apabila tetap berusaha melarikan diri dan melakukan perlawanan”, tegas orang nomor satu di Polres Asahan tersebut. (Red/Jimmy P).

Kompol RD. Firman Darwin, Kabag Ops Polres Asahan Yang Baru

LiputanTODAY.Com (ASAHAN) – Kapolres Asahan AKBP Faisal F. Napitupulu, S.I.K., M.H. memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) Kabag Ops dan Kapolsek Prapat Janji Polres Asahan, di Aula Wira Satya Polres Asahan, Jumat (1/11/2019).

Pejabat lama Kabag Ops Polres Asahan, Kompol Marluddin di mutasi menjadi Kabag Ops Polres Labuhan Batu. Pengganti nya Kompol RD. Firman Darwin, yang sebelumnya bertugas sebagai Gadik Muda 18 SPN Polda Sumut. Kemudian Kapolsek Prapat Janji Polres Asahan AKP Nasib, di mutasi menjadi Kasat Sabhara Polres Simalungun.

Mutasi jabatan ini sesuai dengan Surat Telegram Kapolda Sumut Nomor : ST/934/X/KEP/2019 dan Nomor : ST/935/X/KEP/2019, tanggal 18 Oktober 2019 tentang Pemberhentian Dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan Polda Sumut.

Kapolres Asahan AKBP Faisal F. Napitupulu, S.I.K., M.H. mengatakan serah terima jabatan yang baru dilaksanakan merupakan hal yang biasa dan suatu keharusan dalam upaya meningkatkan serta memberdayakan kinerja organisasi, serta merupakan promosi, pengembangan karir dan penyegaran bagi pejabat yang bersangkutan.

“Terima kasih kepada pejabat lama atas pengabdian, loyalitas dan dedikasi nya selama bertugas di Polres Asahan. Kepada pejabat yang baru saya harap segera menyesuaikan diri di Polres Asahan. Ciptakan hubungan kerjasama yang harmonis dengan masyarakat, harus selalu siap memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan hindari perbuatan yang dapat merusak citra Polri”, ujar Kapolres.

Kapolres juga berpesan kepada seluruh Perwira, Bintara dan ASN Polres Asahan agar senantiasa memberikan dukungan kepada pejabat yang baru.

“Bangun kerjasama yang harmonis untuk membangun dan meningkatkan kembali semangat disiplin dan ethos kerja dalam pelaksanaan tugas di Polres Asahan, untuk memberikan pengabdian yang terbaik kepada masyarakat, bangsa dan negara”, tutup orang nomor satu di Polres Asahan tersebut.

Upacara serah terima jabatan tersebut dihadiri oleh Waka Polres Asahan Kompol M. Taufik, Kabag Sumda Polres Asahan Kompol Anderson Siringoringo, Kabag Ren Polres Asahan Kompol Yatim, para Kasat, Perwira, Ketua Bhayangkari cabang Asahan beserta pengurus, Bintara dan ASN Polres Asahan. (Red/Jimmy P).

Modus Penipuan Sewa Kios Milik Pemkab Ditangkap Polres Asahan

LiputanToday.Com (Asahan) – Petugas Satuan Reskrim Polres Asahan kembali meringkus seorang Pria Pelaku Penipuan dengan Modus menawarkan Sewa Kios atau Warung yang bukan milik nya.

Berdasarkan data yang diperoleh, awalnya pelaku yang diketahui bernama M. Hudian Amril alias Dian ini bertemu dengan korban yang bernama Boby Nugroho bersama 2 orang teman nya pada bulan Januari 2016 lalu, di salah satu warung di Kota Kisaran. Pelaku menawarkan kios atau warung yang diakui sebagai Kepunyaannya, yang berada di jalan Akasia, Kecamatan Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan untuk disewakan kepada korban dengan harga sewa sebesar 30 juta selama 5 tahun. Korban pun percaya dan kemudian memberikan Uang Muka (Panjar) sebesar Rp. 14.500.000 kepada pelaku.

Namun karena kecurigaan nya, pada bulan April 2016, korban menanyakan status kios atau warung tersebut kepada pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan. Pada saat itulah korban mengetahui bahwa kios atau warung yang ditawarkan oleh pelaku adalah milik Pemerintah Kabupaten Asahan bukan milik si pelaku, Kios tersebut juga belum bisa digunakan karena belum diresmikan oleh Bupati Asahan. Mendapat informasi tersebut, Korban kemudian menagih uang yang telah diberikan kepada pelaku. Namun sampai tahun 2019 pelaku selalu memberikan janji-janji kepada korban untuk mengulur waktu dan tidak mengembalikan uang nya, sehingga korban membuat laporan ke Polres Asahan pada tanggal 21 September 2019.

Petugas Kepolisian yang menerima laporan langsung melakukan penyelidikan dan memintai keterangan sejumlah saksi. Pelaku kemudian ditangkap di Dusun IX Desa Gajah, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan, Sabtu (05/10/2019), bersama barang bukti 1 (Satu) lembar kwitansi pembayaran uang sebesar Rp. 14.500.000,- tertanggal 19 Januari 2016.

Kapolres Asahan AKBP Faisal F. Napitupulu, S.I.K., M.H. menjelaskan, modus pelaku menjalankan aksinya dengan cara menawarkan sewa kios, dimana kios tersebut bukan milik nya, melainkan kepunyaan Pemkab Asahan.

“Untuk kasus ini sendiri ada 4 laporan, 1 dalam bentuk Laporan Polisi (LP) dan 3 dalam bentuk Pengaduan Masyarakat (Dumas). Kasus penipuan seperti ini hendaknya di antisipasi oleh masyarakat Asahan, agar tidak ada lagi yang menjadi korban”, kata Kapolres didampingi Waka Polres, Kabag Ops dan Kasat Reskrim saat menggelar temu pers di Polres Asahan, Senin (7/10/2019).

Mantan Kasubdit III Jatanras Direktorat Kriminal Umum Polda Sumatera Utara ini juga menegaskan, akan meluruskan semua kasus-kasus yang ‘mandek’ agar mendapat kepastian hukum. “Kalau memang terbukti melakukan kesalahan, pasti akan di proses”, tegas Faisal.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatan nya, tersangka akan dijerat dengan pasal 378 KUHPidana, dengan ancaman hukuman penjara 4 tahun. (Red/Jimmy Pangabean).

Polres Asahan Tangkap 2 Penyusup Aksi Demo Mahasiswa dan Amankan 39 Pelajar

LiputanToday.Com (Asahan) – Petugas Kepolisian menangkap 2 orang pemuda yang diduga provokator, saat aksi demo Mahasiswa di Kantor DPRD Asahan, Kamis (26/9) Sore kemarin. Keduanya diamankan saat menyusup atau masuk diantara massa mahasiswa yang sedang melakukan orasi di kantor DPRD Asahan, Salah satu diantara nya sengaja mencukur rambut bagian belakang sehingga membentuk tulisan “Polisi Keparat”.

Saat dimintai keterangan di Polres Asahan, kedua pemuda yang diketahui bernama Aflian Erlangga dan Muhammad Azhar ini mengaku bukan merupakan mahasiswa dan warga Kabupaten Asahan, melainkan berasal dari Kota Binjai dan Tanjung Balai.

“Saat melakukan pengamanan unjuk rasa, Polres Asahan juga mengantisipasi adanya penyusup yang masuk kedalam barisan mahasiswa. Seorang tersangka yang bernama Azhar membuat ujaran kebencian, baik melalui potongan rambut nya dan di media sosial. Pelaku mengaku melakukan hal tersebut karena ketidaksukaan dirinya terhadap Institusi Polri serta untuk berjihad. Sementara tersangka Alfian juga ikut menyebarkan ujaran kebencian di media sosial”, ungkap Kapolres Asahan AKBP Faisal F. Napitupulu, S.I.K., M.H. didampingi para Pejabat Utama Polres Asahan saat menggelar temu pers di Mapolres Asahan, Jumat (27/9).

Dari kedua tersangka disita satu unit handphone dan beberapa lembar screenshot postingan media sosial. Kedua nya akan di jerat dengan Pasal 45 A ayat (2) UU RI nomor 19 tahun 2016 tentan perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 6 tahun.

Sementara itu, pada hari Jumat (27/9) siang, 39 orang pelajar diamankan petugas Kepolisian Resor Asahan dari sejumlah lokasi di Kota Kisaran, Jumat (27/9) Siang. Para pelajar dari berbagai sekolah menengah atas ini dijaring petugas saat sedang berkumpul dan diduga hendak ikut aksi demo Mahasiswa.

Saat dimintai keterangan di Polres Asahan, para pelajar ini mengaku hanya ikut-ikutan aksi demo. Mereka mengaku terpengaruh ajakan untuk ikut unjuk rasa dari Media Sosial.

“Dari 39 orang pelajar ini mayoritas sedang bolos sekolah dan berkumpul di beberapa lokasi di Kota Kisaran. Para pelajar ini berasal dari Kabupaten Asahan dan kota Tanjung Balai, Mereka juga membuat sejumlah poster yang berisi pesan yang tidak sesuai etika”.

Para pelajar ini, lanjut Kapolres, merupakan korban berita bohong atau hoax dari Media Sosial, sehingga mudah diajak oleh oknum-oknum tertentu untuk ikut melakukan aksi demo.

Usai dilakukan pendataan dan pembinaan, para pelajar ini akan dikembalikan kepada pihak sekolah serta keluarga masing-masing.

“Tolong sama-sama kita mengawasi dan menjaga anak-anak kita. Jangan sampai mereka tersesat dengan informasi-informasi yang tidak benar atau hoax, Karena di era digitalisasi sekarang ini, berita hoax mudah disebar melalui media sosial”, pesan orang nomor satu di Polres Asahan tersebut. (Red/Jimmy P).

Polres Asahan Bekuk 183 Orang Tersangka dan Ungkap 146 Kasus Narkotika

LiputanToday.com (ASAHAN) ,- Polres Asahan berhasil mengungkap sebanyak 146 kasus narkotika dan meringkus 183 orang tersangka. Hal tersebut merupakan hasil ungkap kasus pada periode Januari hingga Juli 2019. Barang bukti yang diamankan yakni sabu-sabu seberat 2.709,57 gram, daun ganja seberat 3.195,86 gram, 4 batang ganja dan 32 butir pil ekstasi.

Hal tersebut di ungkap Kapolres Asahan AKBP Faisal F. Napitupulu, S.I.K., M.H. saat menggelar temu pers di Mapolres Asahan, Rabu (31/07) saat melaksanakan pemusnahan barang bukti narkotika di Polres Asahan.

“Barang bukti narkotika yang kita musnahkan saat ini yaitu sabu-sabu seberat 2,3 kilogram, yang diamankan dari 2 orang tersangka masing-masing J-M (28) dan D-R (29). Kedua nya diamankan bulan Mei 2019 lalu di kawasan Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan. Sebelumnya kita juga sudah melakukan pemusnahan narkotika dengan rincian sabu-sabu seberat 16.949,86 gram dan daun ganja sebanyak 25 batang dengan berat 20.793,65 gram. Hal tersebut merupakan hasil ungkap kasus sepanjang tahun 2018, dengan jumlah tersangka sebanyak 498 orang “, Kata Faisal didampingi Kasat Narkoba AKP Antony Tarigan, S.H.

Mantan Kasubdit III/ Jatanras Ditreskrimum Polda Sumatera Utara ini menegaskan, pihak Polres Asahan bersama seluruh personil TNI, khusus nya dari Kodim 0208/ Asahan dan Angkatan Laut Tanjung Balai Asahan tetap berkomitmen untuk memberantas habis peredaran narkotika di Kabupaten Asahan.

“Hal ini sekaligus menjadi ‘Warning’ bagi anggota Polres Asahan tanpa terkecuali. Jangan coba-coba bermain dengan narkotika, pasti akan diproses dan juga akan dilakukan tindakan tegas terukur jika melakukan perlawanan. Siapa pun masyarakat yang memiliki informasi mengenai peredaran narkoba, silahkan laporkan kepada kami. Akan kami lakukan penyelidikan dan tindak tegas siapa pun pelaku nya”, Tegas orang nomor satu di Polres Asahan tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Plt. Bupati Asahan H. Surya, BSc. yang hadir dalam pemusnahan barang bukti narkotika tersebut mengucapkan terima kasih, memberikan apresiasi setinggi-tinggi nya kepada Polres Asahan, Kodim 0208/Asahan dan seluruh pihak yang terlibat dalam memberantas peredaran narkotika di Kabupaten Asahan.

“Narkoba ini dapat merusak masa depan anak bangsa jika terus menerus merajalela di Negara Republik Indonesia khususnya di Kabupaten Asahan. Kita tidak tahu akan jadi apa bangsa dan negara ini dimasa yang akan datang. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Asahan akan senantiasa mendukung upaya-upaya dari Kapolres Asahan, Dandim 0208/ Asahan dan seluruh pihak-pihak untuk memberantas narkoba di Kabupaten Asahan”, Ujar Surya.

Pemerintah Kabupaten Asahan juga menghimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan tempat tinggal masing-masing dari peredaran Narkoba.

Barang bukti sabu-sabu dimusnahkan dengan cara direbus dan air nya dibuang ke selokan.

Turut hadir dalam pemusnahan barang bukti narkotika Dandim 0208/ Asahan, sejumlah Pejabat Utama dan Perwira Polres Asahan, petugas Labfor cabang Medan, mewakili Kejaksaan Negeri Kisaran, mewakili BNNK Asahan, Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda Kabupaten Asahan. (Jimmy).

HUT Bhayangkara Ke – 73 : Tingkat Kepercayaan Publik Terhadap Polri Meningkat

LiputanToday.com (Asahan) – Program Promoter Polri yang telah di implementasikan selama 3 tahun terakhir telah menunjukkan hasil yang baik. Kepercayaan publik terhadap institusi Polri terus meningkat, meski sebelum nya pada tahun 2016, Polri termasuk dalam 3 institusi dengan kepercayaan publik rendah. Namun saat ini, berdasarkan hasil survei yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga yang kredibel, Polri telah berada dalam 3 besar lembaga yang dipercaya publik.

Hal tersebut dinyatakan Kapolres Asahan AKBP Faisal F. Napitupulu, S.I.K., M.H. saat membaca amanat Kapolri Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D. pada upacara peringatan HUT Bhayangkara ke – 73 di lapangan Adhi Pradana kota Kisaran, Kabupaten Asahan, Rabu (10/7/2019).

Kapolri juga mengucapkan terima kasih atas apresiasi dan penghargaan yang disampaikan oleh Bapak Presiden Joko Widodo terhadap pengelolaan organisasi Polri, khususnya terkait Opini Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan yang diraih Polri selama 6 tahun berturut-turut, mulai dari tahun 2013 hingga 2018, peningkatan Nilai Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Polri, dari 72,11 di tahun 2017 menjadi 74,08 di tahun 2018, Peningkatan Indeks Reformasi Birokrasi Polri, dari 73,65 di tahun 2017 menjadi 75,18 di tahun 2018, serta terwujudnya 69 Zona Integritas di lingkungan Polri.

Polri juga siap menindaklanjuti dan mempedomani 5 Instruksi Bapak Presiden dalam pelaksanaan tugas, di antara nya:

1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia Polri, guna menghadapi berbagai tantangan tugas yang semakin kompleks, serta untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

2. Mengedepankan strategi pemolisian proaktif dan tindakan
humanis dalam mencegah dan menangani berbagai permasalahan sosial di masyarakat.

3. Meningkatkan kualitas pelayanan publik yang modern, mudah, murah, cepat, secara konsisten dan berkelanjutan.

4. Meningkatkan profesionalisme dalam penegakan hukum, guna mewujudkan penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan.

5. Memperkuat koordinasi dan kerja sama dengan TNI, Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, serta masyarakat, dalam memelihara keamanan dalam negeri.

Jenderal Tito juga mengucapkan terima kasih atas peningkatan tunjangan kinerja bagi personel Polri, bersama dengan TNI, sebesar 70% yang telah terlaksana selama 1 tahun, mulai tanggal 1 Juli 2018. Hal tersebut amat berarti bagi peningkatan kesejahteraan personel Polri dan TNI.

“Kami selaku Kapolri dan tentunya Bapak Panglima TNI, memiliki visi yang sama untuk terus menjaga stabilitas Kamtibmas, menuntaskan tahapan Pemilu 2019, hingga momentum pelantikan pada Oktober 2019 mendatang. Juga memelihara stabilitas keamanan dalam negeri pasca pelantikan, sehingga Pemerintah dapat melaksanakan program-program pembangunan dengan lancar, guna meningkatkan kesejahteraan rakyat dan pendapatan nasional. Dengan demikian tersimpan harapan kepada Bapak Presiden, kiranya tunjangan kinerja anggota TNI dan Polri di masa kepemimpinan 5 tahun ke depan, Insyaallah dapat meningkat menjadi 100%”, Ujar Kapolri.

Peringatan HUT Bhayangkara ke 73 yang digelar di Kabupaten Asahan dimeriahkan dengan pemotongan nasi tumpeng yang diberikan kepada personil Polri tertua dan termuda, pengumuman serta penyerahan hadiah berbagai lomba dalam rangka HUT Bhayangkara ke 73 yang memperebutkan piala Kapolres Asahan.

Upacara HUT Bhayangkara ke 73 tersebut turut hadir Plt. Bupati Asahan, Sekda Kab. Asahan, Dandim 0208/ As, Wadanyon TNI 126 KC Kisaran, perwakilan Danlanal Tanjung Balai, Kajari Kisaran, Ketua PN Kisaran, Ketua Bhayangkari cabang Asahan, Ketua Persit Kab. Asahan, para PJU dan Perwira Polres Asahan, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, serta sejumlah elemen masyarakat Kabupaten Asahan. (Jimmy).

Akhirnya Tersangka Pembunuhan Sadis Dibekuk Polres Asahan

LiputanToday.com (Asahan) – Petugas Satuan Reskrim Polres Asahan berhasil membekuk pelaku pembunuhan sadis yang terjadi di Desa Alang Bonbon Kecamatan Aek Kuasan Kabupaten Asahan, Minggu (16/6) kemarin.

Tersangka yang diketahui bernama Den Fauji alias Aden (22) warga Dusun II Desa Bangun Kecamatan Pulau Rakyat Kabupaten Asahan ini, dibekuk Senin (17/6) sore di salah satu rumah kosong di sekitar kawasan rumah nya.

“Aden berhasil ditangkap dari hasil koordinasi dengan pihak keluarganya. Senin (17/6) sore sekitar Pukul 16.00 WIB, pihak keluarga Aden menghubungi anggota dan memberikan informasi bahwasanya pihak keluarga akan menyerahkan Aden kepada Polisi”, Ujar Kapolres Asahan AKBP Faisal F. Napitupulu, S.I.K., M.H. didampingi Wakapolres Kompol M. Taufik, Kabag Ops Kompol Marluddin, Kasat Reskrim AKP Ricky Pripurna Atmaja dan Kanit Idik I Sat Reskrim Polres Asahan Ipda Mulyoto, saat menggelar temu pers di Polres Asahan, Selasa (18/6).

Pelaku tega membunuh temannya sendiri yang bernama Riswansyah Efendi Siahan (28) warga Dusun VI, Desa Alang Bon Bon, Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan karena pelaku sempat menggadaikan satu unit handphone dan 1 buah klewang berukuran sedang kurang lebih 1 meter panjangnya dan pelaku mau menebus kembali barang gadaian itu.

“Korban meminta kepada pelaku untuk mengembalikan uang hasil gadaian itu dilebihkan sekitar Rp 200.000. Merasa tidak terima, pelaku mencari korban di tempat hiburan Keyboard (orgen tunggal). Pelaku yang datang bersama temannya itu kemudian bertemu dengan korban di warung Miso. Saat itu pelaku dan korban sempat bertengkar mulut dan saling tolak. Pada saat itulah pelaku mengeluarkan pisau lalu melakukan pembunuhan tersebut”, Ungkap mantan Kasubdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumatera Utara tersebut.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan pasal 340 sub 338 KUHP, ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

“Kenapa kita jerat pasal pembunuhan berencana?, karena memang pelaku sudah berniat untuk membunuh korban pada saat mau menemui korban”, Jelas Kapolres.

Orang nomor satu di Polres Asahan itu juga mengatakan masih akan mendalami kasus tersebut untuk mengetahui apakah ada keterlibatan teman-teman pelaku.

“Sementara kita masih melakukan pendalaman apakah kawan-kawan tersangka lainnya yang ada di TKP dan ikut berboncengan dengan tersangka bisa kita jadikan tersangka atau tidak. Informasi yang kita terima, anak-muda muda ini khususnya pelaku menggunakan narkoba jenis sabu-sabu, ini juga akan kita dalami untuk kasus narkoba nya. Kita akan kejar bandar narkoba nya”, Tegas Faisal. (Jimmy Panggabean).

Doorr Kurir Narkoba di Tembak, Polres Asahan Sita Sabu dan Pil Ekstasi

LiputanToday.com (Asahan) ,- Petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Asahan meringkus seorang kurir narkotika jenis sabu-sabu di Kecamatan Hesa Air Genting Kabupaten Asahan, Minggu (12/5/2019) kemarin. Tersangka terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas dibagian kaki nya, karena berusaha melarikan diri saat hendak ditangkap.

Kapolres Asahan, AKBP Faisal F. Napitupulu, S.I.K., M.H. saat menggelar temu pers di Mapolres Asahan, Senin (13/5/2019) mengatakan, tersangka yang dilumpuhkan dengan timah panas bernama Juanda Marpaung (28), warga Kelurahan Bunga Tanjung Kecamatan Datur Bandar Kota Tanjung Balai. Tersangka diamankan anggota Satuan Narkoba Polres Asahan di SPBU Jalinsum Kecamatan Hesa Air Genting Kabupaten Asahan, Minggu (12/5/2019) subuh.

“Tersangka diamankan berkat informasi masyarakat yang mengatakan bahwa akan ada narkoba jenis sabu dari Provinsi Riau yang akan masuk ke kota Kisaran. Berdasarkan informasi tersebut petugas melakukan penyelidikan dan meringkus tersangka Juanda bersama barang bukti satu bungkusan kertas kado yang berisi serbuk kristal yang diduga sabu-sabu, handphone dan 1 unit mobil toyota avanza yang digunakan oleh pelaku. Sementara seorang teman nya melarikan diri dan saat ini masih kita kejar,” ujar Kapolres Asahan di dampingi Waka Polres Kompol H. Taufik, Kasat Narkoba AKP Antony Tarigan, Kanit Idik I Iptu E. R. Ginting dan Kanit Idik II Iptu Syamsul Adhar.

Berdasarkan pengakuan tersangka, lanjut Faisal, narkotika jenis sabu-sabu tersebut dibawanya dari Simpang Kubu Balam Riau dengan tujuan kota Kisaran, atas pesanan seorang pria berinisial KW alias SM, dengan iming-iming upah 15 juta rupiah.

Kemudian polisi juga meringkus seorang tersangka yang bernama Zulkarnain Sinambela (34), warga Desa Sei Apung Kecamatan Tanjung Balai Kabupaten Asahan. Tersangka ditangkap di Desa Bendang Kecamatan Air Joman Kabupaten Asahan, Sabtu (11/5/2019) lalu, saat akan menjual narkotika jenis pil ekstasi. Dari tersangka disita 1 plastik klip besar yang berisi pil ekstasi sebanyak 43 butir.

Terakhir pada hari Minggu (12/5/2019) kemarin, petugas mendapat informasi dari masyarakat jalan durian Kelurahan Kisaran Naga Kecamatan Kisaran Timur, bahwa ada satu tas mencurigakan ditemukan dibelakang rumah Johan Matondang. Petugas Polres Asahan yang datang ke lokasi kemudian memeriksa isi tas tersebut bersama dengan kepala lingkungan dan warga setempat.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata didalam tas tersebut ditemukan 9 bungkus kertas, dimana masing-masing bungkusan berisi 10 plastik klip besar yang diduga berisi sabu-sabu, 3 bungkusan kertas dimana setiap bungkus nya berisi 1 plastik klip besar yang diduga berisi sabu-sabu dan satu bungkusan plastik berisi timbangan elektrik. Untuk kasus ini masih kita lakukan penyelidikan untuk mengetahui siapa pemilik barang haram tersebut,” papar Faisal.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatan nya, kedua tersangka akan dijerat dengan pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Orang nomor satu di Polres Asahan ini juga menghimbau dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga pergaulan anak-anak dari bahaya narkotika. “Kami komitmen untuk memberantas narkotika dan kejahatan lain nya di Kabupaten Asahan. Jangan takut memberikan informasi terkait peredaran narkotika di Kabupaten Asahan. Mari sama-sama kita berantas peredaran narkotika di Kabupaten Asahan,” pungkas Faisal. (Jimmy Panggabean).