, ,

Kapolres Serta Forkopimda Asahan Resmikan Gedung Olahraga Divia Cita dan Gelanggang Olahraga Endra Dharmalaksana Polres Asahan

LiputanToday.Com (ASAHAN) – Kapolres Asahan AKBP Faisal F. Napitupulu, S.I.K., M.H. beserta Forkopimda Kabupaten Asahan, Senin (24/02/2020) meresmikan Gedung Olahraga Divia Cita dan Gelanggang Olahraga Endra Dharmalaksana yang berada di halaman Polres Asahan.

Peresmian ditandai dengan Penandatanganan Batu Prasasti oleh Kapolres dan Bupati Asahan, serta pembukaan tirai Dinding Prasasti Endra Dharmalaksana.

Gedung Olahraga Divia Cita yang baru selesai di renovasi ini, merupakan bagian dari Gelanggang Olahraga Endra Dharmalaksana yang terdiri dari lapangan Bola Basket, Bola Voli, Bola Kaki Futsal dan lapangan tembak Polres Asahan.

Dalam sambutan nya, Kapolres Asahan mengatakan bahwa Gelanggang Olahraga Endra Dharmalaksana ini selain bisa digunakan oleh personil Polres Asahan, juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat umum untuk berolahraga.

“Lapangan olahraga bola basket, bola voli dan bola kaki futsal ini nanti nya boleh digunakan oleh masyarakat umum. Karena sebelum diresmikan, kami personil Polres Asahan sering berolahraga bola basket dengan masyarakat sipil, dari sore sampai malam. Lapangan ini bisa dipergunakan pada malam hari karena sudah dilengkapi dengan lampu, sehingga bisa dimanfaatkan untuk berolahraga pada malam hari”, kata Faisal.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Asahan H. Surya, Bsc, mengatakan ditangan Kapolres Asahan AKBP Faisal Napitupulu lahan Polres Asahan yang kurang lebih 1 hektar bisa benar-benar dimanfaatkan.

“Di tangan Pak Kapolres Faisal inilah lahan kosong yang dulunya hanya berfungsi sebagai lapangan tembak, kini berubah menjadi sarana beberapa cabang olahraga. Ada lapangan untuk bola basket, bola voli, bahkan bola kaki futsal. Itulah kehebatan Bapak Faisal bisa memanfaatkan lahan kosong menjadi beberapa sarana olahraga. Ibarat di dunia pertanian, istilahnya tumpang sari”, kata Bupati Asahan disambut tepuk tangan pada hadirin.

Lebih lanjut Bupati Surya berharap nanti nya apa yang sudah dilakukan dan yang akan ditinggalkan oleh Faisal, dapat dilestarikan dan dilanjutkan oleh Pejabat Kapolres Asahan yang baru.

“Pada prinsip nya Pemerintah Kabupaten Asahan akan terus mendukung program-progam kerja Polres Asahan terutama program kegiatan positif yang bersentuhan dengan masyarakat. Kami Pemerintah Kabupaten Asahan beserta masyarakat akan terus mendoakan Bapak Faisal agar senantiasa sehat dan sukses selalu karirnya, dan bisa cepat tambah bunga melati nya dari 2 menjadi 3. Dan kami juga berharap jika nanti jarak jauh memisahkan, namun kami Pemerintah Kabupaten Asahan dan masyarakat tetap dekat di hati Faisal Napitupulu”, tutup Surya.

Usai meresmikan Gedung Olahraga Divia Cita dan Gelanggang Olahraga Endra Dharmalaksana, Forkopimda Kabupaten Asahan melakukan olahraga bola basket, latihan menembak, dan melakukan pertandingan bola kaki futsal antara perwira Polres Asahan melawan awak media.

Turut hadir dalam acara peresmian ini Bupati Asahan, Kajari Kisaran, Danlanal Tanjung Balai Asahan, perwakilan Dandim 0208/AS, perwakilan Danyon 126/KC, Pejabat Utama dan Perwira Polres Asahan, Ketua Bhayangkari cabang Asahan beserta pengurus, Kapolsek jajaran Polres Asahan, Ketua Koni, Ketua PWI, awak media, para pelajar dan sejumlah masyarakat Kabupaten Asahan. (Red/Jimmy).

, ,

Polres Asahan Musnahkan Barang Bukti Narkotika dari 40 Kasus dan 58 Tersangka

LiputanToday.Com (ASAHAN) – Satuan Reserse Narkoba Polres Asahan berhasil mengungkap sebanyak 40 kasus narkotika serta meringkus 58 Orang Tersangka pada periode Januari 2020 hingga 14 Februari 2020, Barang bukti yang diamankan yakni Sabu-Sabu seberat 575,17 Gram dan Daun Ganja seberat 13,68 Gram.

Hal tersebut dikatakan Kapolres Asahan AKBP Faisal F. Napitupulu, S.I.K., M.H. saat menggelar temu pers di Mapolres Asahan, Jumat (14/02/2020) pada kegiatan pemusnahan barang bukti narkotika di Polres Asahan.

“Barang bukti narkotika yang kita musnahkan saat ini merupakan hasil pengungkapan periode Januari 2020 hingga 14 Februari 2020. Jutaan nyawa anak bangsa terselamatkan dari bahaya narkotika yang kita musnahkan ini”, ujar Faisal didampingi Kasat Narkoba AKP Antony Tarigan, S.H.

Kapolres juga mengatakan, pada periode Januari hingga Desember 2019 yang lalu, Polres Asahan berhasil mengungkap 314 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 421 orang, dan barang bukti narkotika yang disita yakni 4.754,91 gram daun ganja, 5.279, 319 gram Sabu-sabu dan 2.193 butir pil ekstasi.

“Polres Asahan tetap serius dalam memberantas Narkoba, Karena wilayah Kabupaten Asahan merupakan salah satu jalur masuk maupun keluarnya peredaran narkotika melalui laut. Oleh karena itu, saya bersama dengan Pemkab, DPRD Asahan dan DPRD Provinsi, sudah mengupayakan dan sudah disetujui untuk membentuk Satuan Polisi Air Polres Asahan agar bisa memberantas peredaran narkotika maupun barang-barang terlarang lainnya yang akan masuk ke Kabupaten Asahan melalui jalur laut”, ungkap Kapolres.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Asahan, H. Surya, BSc. yang hadir dalam kegiatan pemusnahan barang bukti narkotika, mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Asahan dan seluruh jajaran, karena telah memberantas peredaran narkotika di Kabupaten Asahan.

“Pemberantasan narkoba ini merupakan salah satu upaya untuk menciptakan situasi yang aman di Kabupaten Asahan. Narkoba adalah musuh bersama, oleh karena itu tidak ada bagu alasan kita semua untuk tidak mendukung pemberantasan peredaran narkotika khusus nya di Kabupaten Asahan”, ujar Bupati Asahan.

Sebelum dimusnahkan, petugas Laboratorium Forensik cabang Medan melalukan pemeriksaan terhadap barang bukti narkotika. Barang bukti pil ekstasi dimusnahkan dengan cara diblender sementara barang bukti sabu-sabu dimusnahkan dengan cara direbus.

Turut hadir dalam kegiatan pemusnahan barang bukti narkotika Bupati Asahan, Danlanal Tanjung Balai Asahan, Dandim 0208/Asahan, Pejabat Utama dan Perwira Polres Asahan, perwakilan DPRD Asahan, petugas Labfor cabang Medan, perwakilan Kejaksaan Negeri Kisaran, perwakilan BNNK Asahan, Tokoh Agama serta Tokoh Pemuda Kabupaten Asahan. (Red/Jimmy).

, ,

8 Bulan Jalankan Prostitusi Online, Akhirnya Mucikari di Bekuk Polisi

LiputanToday.Com (ASAHAN) – Seorang mucikari yang menjalankan bisnis prostitusi secara online ditangkap Petugas Polres Asahan di salah satu hotel di Kota Kisaran Kabupaten Asahan.

Tersangka yang berinisial R-A-H ini dibekuk petugas Kepolisian di hotel Central jalan Sei Gambus Kelurahan Sendang Sari Kecamatan Kisaran Timur Kabupaten Asahan, Rabu (08/01/2020) beberapa saat setelah mengantar seorang perempuan kepada pelanggan nya.

Terungkapnya kasus prostitusi online ini berkat informasi dari masyarakat yang mengatakan adanya seorang mucikari yang menjual Jasa Layanan Sex berbayar secara Online melalui aplikasi media sosial. Petugas yang mendapat informasi melakukan melakukan penyamaran dan memesan jasa layanan sex kepada sang mucikari. Tersangka lalu datang membawa seorang perempuan dan mengantarkan nya ke kamar yang sudah di informasikan, kemudian tersangka menunggu di pelataran parkir hotel.

“Anggota lain lalu datang ke lokasi dan menanyai perihal keberadaan tersangka di pelataran parkir hotel tersebut. Kemudian tersangka mengatakan bahwa dirinya sedang menunggu teman wanita nya yang baru saja diantarnya kepada pelanggan nya ke kamar hotel. Tersangka kemudian diamankan beserta handphone yang digunakan sebagai alat komunikasi untuk mencari pelanggan”, jelas Kapolres Asahan AKBP Faisal F. Napitupulu, S.I.K., M.H. saat menggelar jumpa pers di Polres Asahan, Kamis (23/01/2020).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka mengaku sudah menjalankan bisnis prostitusi online nya selama 8 bulan dengan menggunakan aplikasi media sosial.

“Dari hasil pemeriksaan, sampai saat ini ada 10 orang korban perempuan yang sudah pernah ditawarkan jasa nya kepada pria hidung belang. Korban mengaku sudah 8 bulan menjalankan bisnis prostitusi online nya melalui aplikasi media sosial. Untuk tarif bervariasi sesuai dengan pesanan pelanggan dan sang mucikari mengaku mendapat upah 15 persen dari tarif yang disepakati”, ungkap mantan Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Sumatera Utara tersebut.

Saat ditanyai adanya keterlibatan anak dibawah umur yang digunakan oleh tersangka, Kapolres menjelaskan pihak nya masih melakukan pengembangan untuk mengetahui apakah ada korban yang masih dibawah umur yang diperdagangkan oleh pelaku.

Tersangka akan dijerat dengan Pasal 45 ayat (1) UU RI No. 19 Tahun 2019 dengan Perubahan UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Pasal 296 jo 55 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, dengan ancaman hukuman penjara selama 6 tahun. (Red/Jimmy).

, ,

4 Pencuri di Kios HP Ditembak Polisi Unit Jatanras Polres Asahan

LiputanToday.Com (ASAHAN) – 4 Orang pelaku bongkar rumah dan pencurian hp di kios ponsel dibekuk petugas Unit Jatanras Sat Reskrim Polres Asahan, Ke empat nya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas dibagian kakinya karena berusaha melawan petugas dan melarikan diri saat hendak ditangkap.

“Ke 4 pelaku ini merupakan 2 kelompok yang berbeda dan melakukan tindak pidana yang berbeda. 2 orang melakukan pencurian handphone di kios ponsel dan 2 orang lain nya mencuri di rumah warga”, ungkap Kapolres Asahan AKBP Faisal F. Napitupulu, S.I.K., M.H. kepada awak media saat menggelar press release di halaman Polres Asahan, Kamis (23/01/2020).

2 pelaku pencurian di rumah warga berinisial H-N dan B-A. Kedua nya masuk ke rumah warga yang berada di jalan Cemara Kelurahan Selawan Kecamatan Kota Kisaran Timur Kabupaten Asahan pada hari Selasa (14/01/2020) saat korban pergi sholat subuh. Para pelaku masuk dari pintu belakang yg tidak terkunci dan mengambil 2 unit handphone serta satu unit sepeda motor Honda Vario. Setelah melakukan penyelidikan, kedua pelaku berhasil ditangkap pada hari Sabtu (18/01/2020) di jalan SM. Raja kota Kisaran Kabupaten Asahan, beserta barang bukti 1 unit sepeda motor dan 2 unit handphone.

Kemudian 2 pelaku pencurian handphone berinisial H-A dan A-S, menjalankan aksinya pada hari Senin (13/01/2020) di kios ponsel yang berada di lingkungan VIII Binjai Serbangan Kecamatan Air Joman Kabupaten Asahan. Modus kedua tersangka berpura-pura membeli pulsa senilai 10 ribu rupiah dan meminjam charger handphone untuk mengisi baterai ponsel miliknya. Saat melakukan pembayaran, pelaku memberikan uang sebesar 52 ribu rupiah. Ketika penjaga kios ponsel mengambil uang kembalian, saat itulah para pelaku mengambil handphone merk Samsung milik korban dan kemudian melarikan diri.

“Setelah kejadian, korban membuat laporan ke Polres Asahan. Kedua pelaku berhasil dibekuk Petugas Unit Jahtanras Polres Asahan 1 jam kemudian di Dusun II Desa Subur Kecamatan Air Joman Kabupaten Asahan. Dari kedua nya petugas menyita barang bukti 2 unit handphone dan 1 unit sepeda motor”, jelas mantan Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumatera Utara tersebut.

Ke empat tersangka terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena berusaha melarikan diri dan melawan petugas saat hendak ditangkap. Para pelaku akan dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) ke 4e, dengan ancaman hukuman penjara 7 tahun.

Orang nomor satu di Polres Asahan tersebut menghimbau kepada masyarakat agar memastikan pintu dan jendela dalam keadaan terkunci apabila hendak meninggalkan rumah, serta waspadai modus orang yang berpura-pura sebagai pembeli.

“Jangan coba-coba berbuat kejahatan di wilayah hukum Polda Sumut khususnya di Kabupaten Asahan, pasti akan kami tindak tegas”, tutup Kapolres. (Red/Jimmy).