, ,

Incamben Hendrajoni, Versi Survey ABC dengan Elektabilitas Tertinggi

LiputanToday.Com (Pesisir Selatan) – Nama Hendrajoni bakal Calon Bupati Pesisir Selatan yang kini incamben berdasarkan hasil survei versi arah Baru Center (ABC) Sumatera Barat, menempatkannya elektabilitas tertinggi mencapai 62,5 persen.

Elektabalitas dikeluarkan ABC, mengalahkan Rusma Yul Anwar (16,6 persen), Faldo Maldini (12,8 persen) dan Ali Tanjung (3,7 persen).

Menurut peneliti senior Erizal mengatakan bahwa, Naiknya elektabilitas Hendrajoni bukan karena alasan dan sebab, adanya perubahan yang dirasakan masyarakat Pesisir Selatan selama dia menjadi Bupati sejak awal 2016.

“Indikasi lain yang menjadi alasan publik Pessel memilih Hendrajoni kembali adalah soal penataan daerah yang membuat Pesisir Selatan salah satu daerah yang menjadi incaran wisatawan regional maupun nasional,” ucap Erizal, pada beberapa media di Painan. Minggu (8/3).

Menurut peneliti Arah Baru Center Erizal bahwa elektabilitas yang didapat Hendrajoni, dikenal sebagai Bupati yang responsif, sering blusukan, mau mendengarkan masukan dari pihak lain dan dikenal sebagai orang yang punya jiwa sosial yang tinggi.

“Bupati Pesisir Selatan itu mencapai 62,5 persen, meninggalkan Rusma Yul Anwar (16,6 persen), Faldo Maldini (12,8 persen) dan Ali Tanjung (3,7 persen) yang merupakan bakal calon pesaing Hendrajoni pada Pilkada serentak yang akan digelar September mendatang,” terang peneliti Arah Baru Center.

Elektabilitas yang sangat tinggi tersebut berbanding lurus dengan tingkat kepuasan masyarakat Pesisir Selatan atas kinerja Pemerintah Kabupaten. 83,7 persen masyarakat Pesisir Selatan mengaku puas dengan kinerja Pemda. (Red/GI).

, ,

Polres Asahan Musnahkan Barang Bukti Narkotika dari 40 Kasus dan 58 Tersangka

LiputanToday.Com (ASAHAN) – Satuan Reserse Narkoba Polres Asahan berhasil mengungkap sebanyak 40 kasus narkotika serta meringkus 58 Orang Tersangka pada periode Januari 2020 hingga 14 Februari 2020, Barang bukti yang diamankan yakni Sabu-Sabu seberat 575,17 Gram dan Daun Ganja seberat 13,68 Gram.

Hal tersebut dikatakan Kapolres Asahan AKBP Faisal F. Napitupulu, S.I.K., M.H. saat menggelar temu pers di Mapolres Asahan, Jumat (14/02/2020) pada kegiatan pemusnahan barang bukti narkotika di Polres Asahan.

“Barang bukti narkotika yang kita musnahkan saat ini merupakan hasil pengungkapan periode Januari 2020 hingga 14 Februari 2020. Jutaan nyawa anak bangsa terselamatkan dari bahaya narkotika yang kita musnahkan ini”, ujar Faisal didampingi Kasat Narkoba AKP Antony Tarigan, S.H.

Kapolres juga mengatakan, pada periode Januari hingga Desember 2019 yang lalu, Polres Asahan berhasil mengungkap 314 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 421 orang, dan barang bukti narkotika yang disita yakni 4.754,91 gram daun ganja, 5.279, 319 gram Sabu-sabu dan 2.193 butir pil ekstasi.

“Polres Asahan tetap serius dalam memberantas Narkoba, Karena wilayah Kabupaten Asahan merupakan salah satu jalur masuk maupun keluarnya peredaran narkotika melalui laut. Oleh karena itu, saya bersama dengan Pemkab, DPRD Asahan dan DPRD Provinsi, sudah mengupayakan dan sudah disetujui untuk membentuk Satuan Polisi Air Polres Asahan agar bisa memberantas peredaran narkotika maupun barang-barang terlarang lainnya yang akan masuk ke Kabupaten Asahan melalui jalur laut”, ungkap Kapolres.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Asahan, H. Surya, BSc. yang hadir dalam kegiatan pemusnahan barang bukti narkotika, mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Asahan dan seluruh jajaran, karena telah memberantas peredaran narkotika di Kabupaten Asahan.

“Pemberantasan narkoba ini merupakan salah satu upaya untuk menciptakan situasi yang aman di Kabupaten Asahan. Narkoba adalah musuh bersama, oleh karena itu tidak ada bagu alasan kita semua untuk tidak mendukung pemberantasan peredaran narkotika khusus nya di Kabupaten Asahan”, ujar Bupati Asahan.

Sebelum dimusnahkan, petugas Laboratorium Forensik cabang Medan melalukan pemeriksaan terhadap barang bukti narkotika. Barang bukti pil ekstasi dimusnahkan dengan cara diblender sementara barang bukti sabu-sabu dimusnahkan dengan cara direbus.

Turut hadir dalam kegiatan pemusnahan barang bukti narkotika Bupati Asahan, Danlanal Tanjung Balai Asahan, Dandim 0208/Asahan, Pejabat Utama dan Perwira Polres Asahan, perwakilan DPRD Asahan, petugas Labfor cabang Medan, perwakilan Kejaksaan Negeri Kisaran, perwakilan BNNK Asahan, Tokoh Agama serta Tokoh Pemuda Kabupaten Asahan. (Red/Jimmy).

, ,

Dirut PDAM Baru, Pemuda Tanah Gersang Harapkan Segera Memberikan Pelayanan Air Bersih di Bontoa Maros

LiputanTODAY.Com (Maros ) – Bupati Maros Hatta Rahman melantik Andi Davied Syamsuddin Sebagai Dewan Pengawas dan Muh Shalahuddin M Sebagai Direktur Utama PDAM Maros pada Jumat Kemarin 31 Januari 2020.

Hal ini Pemuda Tanah Gersang Bontoa beharap Direktur baru mampu memberikan pelayanan air bersih ke Kecamatan Bontoa hingga daerah pesisir Pajukukang dan Desa Ampekale Maupun Desa Minasaupa.

“Dengan Direktur baru ini saya berharap akan ada inovasi baru yang dihadirkan olehnya, agar di daerah Kecamatan Bontoa bisa merasakan pelayanan air bersih secara keseluruhan atau setidaknya 60%, karena kita ketahui pada musim kemarau masyarakat sangat sulit mendapatkan air bersih,” ujar Syamsul penggerak Pemuda Tanah Gersang saat ditemui wartawan di Warkop Labo, Sabtu, 1 Februari 2020.

Sementara kordinator Pemuda Tanah Gersang, PDAM Maros ini mampu memberikan pelayanan air bersih ke masyarakat Bontoa selama adanya keinginan dan adanya peran Pemerintah Kabupaten Maros dalam meningkatkan pelayanan air bersih ke Masyarakat Kecamatan Bontoa.

“PDAM Maros ini sebenarnya bisa memberikan pelayanan air bersih ke Masyarakat Bontoa selama adanya kerjasama baik dengan Pemerintah Kabupaten Maros, karena ketika memperhatikan dimusim kemarau maupun musim hujan pelayanan air bersih itu tidak sampai ke daerah pesisir, masa sudah puluhan tahun persoalan ini belum terselesaikan,” ujar Arung

Pemuda ini berharap kepada Pemerintah Kabupaten Maros bisa memanfaatkan secara semaksimal sumber daya air yang berada di Maros seperti Bendungan Batu Bassi dan Bendungan Lekopancing.

“Seharusnya ini Pemerintah Kabupaten dengan PDAM Maros bekerjasama untuk bagaimana cara bisa untuk memanfaatkan dua sumber air yang besar berada di Batubassi dan Lekopancing secara maksimal untuk lebih memprioritas kebutuhan sehari-hari masyarakat sesuai yang tertuang pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 Tentang sumber Daya Air,” tambahnya

Ia juga mengajak Pemerintah Kabupaten Maros dan PDAM Maros untuk memperjuangkan kebutuhan air bersih untuk masyarakat Bontoa.

“Ayolah memperjuangkan warga ta supaya bisa merasakan air bersih di musim kemarau nanti yang akan datang,” pungkas Arung

Pemuda Tanah Gersang juga berharap agar bisa dibuatkan resevoir dan booster atau Instalansi Pengelolahan Air (IPA) agar ada infrastruktur pendukung untuk tekanan air nantinya, yang akan di tampung dulu di resevoir dan di dorong oleh booster agar air bisa sampai ke daerah pesisir.