LiputanTODAY.Com (JENEPONTO) – Tersangka dugaan korupsi proyek pembangunan Jembatan Bosalia Jeneponto hingga kini belum ditahan.
Aktivis yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) mendesak Polres Jeneponto untuk menahan para tersangka.
Nurul Imam Rahman selaku Jendral Lapangan mengatakan bahwa penanganan tindak pindana korupsi bukan lagi ditempuh dengan metode kovensional tetapi korupsi harus betul – betul dengan metode yang terintegritas, terarah, terencana, serta komitmen terhadap seluruh aparat penegak hukum.
“Melihat proses penanganan dugaan korupsi mega proyek Jembatan Bosalia yang dikerjakan oleh PT. Trikarya Utama Cendana itu terkesan lamban dan mandul,” jelas Nurul Imam Rahman dalam orasinya. Selasa, (25/2/2020).
Imam berharap penanganan dugaan korupsi jembatan Bosalia itu betul – betul serius ditangani demi terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Berikan efek jera terhadap pelaku korupsi. Kami juga mendesak Kejari Jeneponto untuk mempercepat penanganan kasus korupsi Jembatan Bosalia dan profesional dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya,” kata Nurul Imam dalam tuntutannya di depan Kejari Jeneponto.








