Waskito menambahkan, penerima bantuan sosial akan dilakukan pemantauan setelah keluar dari pekerjaan sebelumnya.
“Kedepan penerima manfaat akan terus dipantau apabila terdapat masalah terkait usahanya selepas meninggalkan Gambilangu akan diberikan bantuan lanjutan sampai benar-benar mandiri,” Ujar Waskito.
Lokalisasi Gambilangu yang berlokasi di desa Sumberejo, Kecamatan Kaliwungu dihuni lebih dari 250 pekerja lokalisasi, meski demikian jumlah yang menerima bantuan tali asih sebanyak 100 orang.
Ketua Resosialisasi Gambilangu, Kasmadi mengaku, penutupan sudah melalui kesepakatan bersama antara pemerintah dengan warga setempat, para PSK dan pengurus resos.
“Sebab ini program Nasional, jadi mau tidak mau kami harus melaksanakannya,” Ungkap Kasmadi.
Dirinya mengakui jika memang dari awal jumlah PSK yang didaftarkan ada 250 orang. Namun setelah dicek oleh Kemensos turun jadi 194 orang. Kemudian dilakukan sosialisasi dan verifikasi hanya 145 PSK yang bisa menerima.
“Namun data terakhir, dari Kemensos hanya memberikan uang taliasih kepada 100 orang saja. Lainnya tidak mendapatkan,” Terang Kasmadi.
Seperti dilakukan pekerja lokalisasi yang berinisial Bunga (21) asal dari Jawa Timur mengatakan, akan kembali ke kampung halaman dan akan berjualan bermodalkan tali asih yang diberikan pemerintah.
“Saya akan pulang dan berjualan di kampung, dengan modal yang diberikan pemerintah sebanyak Rp 6 juta ini, saya tidak akan kembali,” Ujar Bunga.
Hal senada dikatakan berinisial Sek (26) asal Kabupaten Jepara mengaku justru tidak mendapatkan uang tali asih meskipun sebelumnya dirinya sudah masuk dalam pendataan.
“Saya tidak tahu, padahal juga sudah buka rekening bersama. Tapi diakhir dari 250 orang, yang dapat tali asih cuma 100 orang saja,” Ujar Sek. (Feb).








