Viral!! Disosmed, Penganiayaan Terhadap Siswi SMP di Kendal

LiputanToday.com (KENDAL) – Video seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang dihajar sejumlah siswi SMP lainnya di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah (Jateng), viral di media sosial. Dalam tiga video yang berdurasi 30 detik itu memperlihatkan seorang siswi menjadi pelaku penganiayaan di kompleks Stadion Utama Kebondalem Kendal.

Video ini telah beredar luas di WhatsApp dan media sosial baik Facebook dan Instagram. Video itu menunjukkan seorang remaja putri mendapatkan perlakuan kasar baik secara fisik maupun verbal dari para siswi SMP yang diduga masih teman-temannya, Sementara korban terlihat hanya terdiam dan menangis mendapat perlakuan kasar itu.

Penganiayaan Terhadap Siswi SMP

Video diawali dengan aksi seorang siswi SMP berseragam Pramuka menghajar korban dengan cara memukul kepala, bahu, dan memiting kepala korban beberapa kali hingga terpental jatuh di jalan beraspal, terlihat didalam video tersebut beberapa kali di Pukul dan dibanting di aspal. Pelaku juga tampak memaki-maki siswi tersebut.

Saat korban sudah jatuh, Siswi SMP itu kembali menendang sambil memarahi, diikuti oleh teman-temannya hingga posisi korban semakin terpojok. Siswi SMP yang memakai pramuka kembali memukul korban.

Kasus video perundungan dan kekerasan siswi mendapat perhatian khusus dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal. Instansi tersebut sedang menyelidiki video yang diduga berlokasi di kompleks Stadion Utama Kebondalem Kendal, yakni di belakang Stadion Utama dan di gerbang Utara Stadion, pada Jumat (20/9/2019) lalu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal Wahyu Yusuf mengatakan, pihaknya sangat prihatin dengan aksi yang terjadi dalam video tersebut. Dinas Pendidikan sudah mengantongi nama-nama siswi yang melakukan perundungan.

“Terus terang kami sangat prihatin dengan aksi yang dilakukan oleh siswi SMP tersebut. Tindakan itu sudah di luar kewajaran, apalagi pelakunya para siswi perempuan,” kata Wahyu Yusuf, Sabtu (21/9/2019).

Wahyu mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara, siswi dalam video tersebut tidak satu sekolah, melainkan dari beberapa sekolah negeri dan swasta di Kabupaten Kendal. Pelaku yang melakukan kekerasan diketahui sudah berpindah-pindah sekolah karena mempunyai perilaku yang tidak baik.