BaganBatu –LiputanToday.com_-Dalam upaya mencegah penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar, Kapolsek Bagan Sinembah AKP Gian Wiatma Jonimandala, S.T.K., S.I.K., M.H. bersama jajaran memberikan edukasi dan sosialisasi tentang bahaya narkoba kepada siswa-siswi SMK Yapim Taruna yang beralamat di Jalan Lancang Kuning, Bagan Batu, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir. Jum’at 5 Juni 2026.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Bagan Sinembah AKP Gian Wiatma Jonimandala, S.T.K., S.I.K., M.H. tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai berbagai jenis narkotika, dampak buruk penyalahgunaannya, serta konsekuensi hukum yang dapat menjerat para pelaku penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.
Dalam penyampaiannya, Kapolsek Bagan Sinembah AKP Gian Wiatma Jonimandala, S.T.K., S.I.K., M.H. menjelaskan sejumlah jenis narkotika yang sering beredar di masyarakat, seperti ganja, sabu, kokain, heroin, kecubung, inex dan ekstasi. Ia juga mengungkapkan bahwa aparat kepolisian pernah menemukan dan memusnahkan ladang ganja seluas kurang lebih dua hektare dengan tinggi tanaman mencapai sekitar dua meter.
“Tidak ada kata ampun bagi pelaku penyalahgunaan maupun peredaran narkoba. Kami akan terus melakukan upaya pemberantasan demi menjaga masa depan anak-anak muda sebagai penerus bangsa Indonesia,” tegas Kapolsek Bagan Sinembah AKP Gian Wiatma Jonimandala, S.T.K., S.I.K., M.H.
Selain itu, para siswa juga diberikan pemahaman mengenai berbagai modus peredaran narkoba yang terus berkembang, termasuk penyamaran narkotika dalam bentuk makanan dan minuman yang kerap menyasar kalangan remaja.
“Narkoba dapat merusak fungsi otak, mengganggu kesehatan, mengubah perilaku seseorang, bahkan mendorong pelakunya melakukan tindak kejahatan seperti pencurian dan perampokan untuk memenuhi ketergantungan terhadap barang haram tersebut,” jelas Kapolsek.
Menurutnya, dampak penyalahgunaan narkoba tidak hanya dirasakan oleh pengguna, tetapi juga dapat menghancurkan keharmonisan keluarga dan merusak masa depan generasi muda.
Dalam kesempatan itu, Kapolsek juga menjelaskan berbagai faktor yang menyebabkan seseorang terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba, di antaranya ingin terlihat keren atau bergaya, ikut-ikutan teman, solidaritas kelompok atau geng, rasa penasaran, hingga keinginan melupakan atau menyelesaikan masalah dengan cara yang salah.
Para pelajar turut diberikan pengetahuan mengenai ciri-ciri pengguna narkoba, baik dari segi perilaku maupun fisik. Di antaranya mudah tersinggung, bersikap brutal, menjauh dari keluarga, lebih suka menyendiri, tidak patuh terhadap nasihat, apatis, paranoid, serta sering mencari berbagai alasan untuk menutupi kebiasaan buruknya.






