LiputanToday.Com (JAKARTA) – Sebagai kejahatan luar biasa, terorisme tidak hanya kejahatan terhadap kemanusiaan semata, namun juga mengancam kedaulatan Negara.
Hal tersebut disampaikan Kepala Staf Ahli Kasad (Kasahli Kasad) Mayjen TNI Arif Susilo saat membuka Focus Group Discussion (FGD) di Markas Direktorat Zeni Angkatan Darat (Maditziad), Jakarta, Kamis (5/9/2019).
Dikatakan Kasahli Kasad, dalam penanggulangan aksi terorisme, Pemerintah Indonesia telah berupaya secara sungguh-sungguh, yaitu dengan membentuk Badan Nasional Pemberantasan Terorisme (BNPT).
“Dalam penanggulangan terorisme, BNPT juga telah menerapkan strategi untuk penanggulangan terorisme, diantaranya, deradikalisasi,” ujar Arif Susilo.
Terkait hal itu, TNI AD juga turut mendukung penanggulangan terorisme, seperti yang dilakukan oleh satuan Komando Kewilayahan (Kowil) dalam kegiatan deradikalisasi.
“Sehingga kali ini, diangkat tema Peran Kowil dalam Deradikalisasi Guna Mendukung Pertahanan Nirmiliter,” tegasnya.
Jenderal bintang dua yang lama berdinas di Kemhan pada bidang perencanaan strategis itu mengatakan bahwa deradikalisasi dapat efektif jika terdapat sinergi antar kementerian dan lembaga negara lainnya.
“Termasuk berbagai stake holder terkait serta peran aktif masyarakat,” tambahnya.
Namun, dilihat dari kenyataan yang berkembang saat ini, lanjutnya, aksi teror tidak surut dan justru menjamur, termutakhir pada tanggal 3 Juni 2019 di Pos Polisi Pengamanan (Pospam) Lebaran tahun 2019 yang berada di kawasan Bundaran Kartasura Sukoharjo, dua hari menjelang Idul Fitri 2019.
“ini menunjukkan hasilnya deradikalisasi dirasakan masih belum optimal,” tegasnya.







