LiputanToday.com – PEKANBARU | Semarak peringatan Hari Jadi ke-241 Kota Pekanbaru dan HUT ke-12 Forum Pekanbaru Kota Bertuah (FPKB) tahun ini terasa begitu istimewa. Dibukanya Pasar Rakyat 2025, pada Jumat malam (4/7), menjadi momentum penting yang bukan hanya menyatukan budaya, tapi juga memperkuat semangat kebhinekaan masyarakat di Bumi Lancang Kuning.
Acara yang berlangsung meriah di kawasan TVRI Jalan Durian ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Riau, Abdul Wahid, yang diwakili oleh Pejabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Provinsi Riau, M Job Kurniawan.
Dalam sambutannya, Pj Sekda menyampaikan harapan agar Pasar Rakyat ini tidak hanya menjadi ruang hiburan, melainkan juga wahana pelestarian budaya serta penggerak sektor ekonomi mikro yang berbasis kearifan lokal.
“Semoga Pasar Rakyat ini menjadi ruang ekspresi budaya dan ekonomi rakyat yang berkelanjutan, serta mendorong UMKM naik kelas di tengah masyarakat yang terus berkembang,” ujar M Job.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat dari berbagai paguyuban, termasuk Ketua Umum Perkumpulan Keluarga Masyarakat Nias Riau (PKMNR), Saudara Hondro. Kehadiran beliau dalam undangan resmi Pemerintah Provinsi Riau menjadi bukti nyata bahwa eksistensi PKMNR semakin dikenal dan membuming di Tanah Melayu.
S. Hondro menyampaikan apresiasinya atas pelibatan berbagai elemen masyarakat dalam kegiatan ini, termasuk dari komunitas Nias di Riau yang dikenal aktif dalam bidang sosial, budaya, dan pemberdayaan ekonomi.
“Kami dari PKMNR merasa terhormat diundang secara langsung oleh Pj Sekda Provinsi Riau. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Nias tidak hanya hadir sebagai bagian dari keberagaman, tetapi juga berkontribusi nyata dalam membangun harmoni dan kemajuan daerah,” ungkap S.Hondro.
Pasar Rakyat 2025 dibuka dengan suguhan seni budaya multietnik yang memukau. Penampilan gendang barogong dari Rokan Hulu, tambur khas Pariaman, serta Tarian Tor-Tor dari komunitas Batak menjadi simbol kebersamaan budaya nusantara. Tidak ketinggalan, ragam seni Melayu seperti lomba tari tradisional, pantun berbalas, dan permainan rakyat khas Pekanbaru turut memeriahkan acara.








