Rebutan Pangkalan Militer Turki, India dan US di Aceh, Indonesia Butuh Bandara Standar Internasional Sebagai Penangkal

Aceh sebagai contoh wilayah paling barat Indonesia berbatasan pada negara India, Myanmar, Thailand, serta Malaysia. “Bandara Internasional hanya Sultan Iskandar Muda, kapan maju itu provinsi?,” ujarnya. Ayo Bangun Bandara lain, Misalkan Bandara Internasional Sabang akan digadang, masuk Plot Anggaran dan Pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN). Peningkatan Bandara Malikussaleh Lhokseumawe menjadi status Internasional, Selamat Ekonomi selat Malaka kedepannya menjadikan “Triangle North Malacca Strait Connecting”, Lhokseumawe, Sabang, Phuket, Penang (Malaysia). Atau Opsi Lain Port Blair (Andaman Nicobar Island), Phuket, Banda Aceh Line Connecting ini juga akan menutup kedigdayaan Jalur Sutra Modern China (One Belt One Road) Laut China Selatan.

“Seharus bangunlah 2-3 Bandara Internasional lainnya seperti peningkatan status Bandara Internasional Malikussaleh, Lhokseumawe dan diperpanjang Runway menjadi 3000 m” ungkapnya lagi.

Aceh menjadi rebutan Turki, India dan Amerika

Aceh sangat potensia lepas dari NKRI saat ini isue santer terdengar Turki dan Amerika berminat membangun Pangkalan Militer di Pulau Paling Barat Indonesia, KM 0, Sabang. “Belum Lagi India juga berminat karena memiliki Historis perdagangan dan ingin mendekatkan masyarakat Pulau Andaman dan Nicobar dengan Aceh ini juga ada unsur terselubung negeri Bollywood tersebut di Samudra Hindia, ” jelasnya.

“Ini menjadi perhatian serius pemerintah pusat, agar serius memperbaiki kedirgantaraan kita khususnya pembangunan bandara militer atau non militer lebih diutama, turki dan Amerika melihat Aceh sebagai isue “sexy” kedepan untuk masuk ke jantung NKRI” tutup Ichsan.(Red/MI).

Editor : Fifi.