LiputanToday.Com (Batam) – Kisah pilu seorang Gadis berusia 15 tahun yang masih duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Batam Diduga mengalami pemerkosaan saat hendak mengantar pesanan makanan ke salahsatu pelanggannya di perumahan Arira Garden.

Dimasa pandemi Covid-19 yang melarat ini, banyak warga masyarakat banting stir, termasuk gadis ini dengan untuk mencukupi kehidupan sehari-harinya berjualan makanan kecil-kecilan secara online, hal itu demi untuk sesuap nasi.

Kisah pilu ini dialami seorang gadis sebut saja Bunga (15), Naas di usia dini dan dalam status masih seorang pelajar ini sudah mengalami kekerasan sexual.

Terungkapnya kasus ini berawal dari pengakuan korban (Bunga) saat hendak pulang kerumahnya, sesudah kejadian tersebut Bunga tidak pulang kerumahnya karna takut sama keluarganya. hal itu membuat panik seluruh keluarga.

“Sesudah kejadian, Kamis (14/01/2021) malam lalu itu, Bunga tidak pulang kerumah selama dua hari satu malam, lalu kita cari-cari kemana-mana namun usaha tersebut sia-sia dan sempat kita laporkan kehilangan Bunga ke polisi” terang Saudarinya pada awak media LiputanToday.com, Kamis (21/01/2021) malam.

Lanjutnya sambil menjelaskan, Dua hari Bunga tidak pulang-pulang lantas kita chat melalui whatsapp dan kemudian dia suruh datang jemputnya ke Permata Bandara, Setelah dia kita jemput Bunga lalu kita bawa pulang, dua hari Bunga tidak pulang sesudah kejadian itu, terangnya sambil menjelaskan kembali, Saat tiba di rumah baru kita tanyakkan perihal apa yang terjadi, dan Bunga pun menjelaskan dirinya diperkosa oleh seorang pria saat antar pesanan makanan (Kerak Telur) itu ke pelanggan di perumahan Arira Garden”. terang Saudarinya yang enggan disebutkan namanya tersebut dan sambil menjelaskan Korban ini adalah anak Yatim yang di tinggal kedua orang tuanya, ibu sudah tiada dan bapaknya pergi ntah kemana sejak dia usia 8 Bulan dahulu, kasian nasib anak ini. keluhnya.

Tambah saudarinya kembali, Bunga (korban) Kemarin sempat Tulis disebuah kertas dengan tulisannya “Aku Sudah Buat Malu Keluarga, Lebih Baik Aku Mati Aja” dan tulisan keduanya menulis “Masa Depan Ku Sudah Tidak Ada Lagi” terang Saudarinya tersebut.

Dikesempatan yang sama Korban (Bunga) menjelaskan, Saat hendak mengantar Makanan dari Kakak ke Pelanggan di perumahan Arira Garden, Saya mencoba menanyakan kepada orang yang sedang berada disitu (Fasum/Lapangan) “Dimana alamat rumah ini bang”, dan kebetulan si pelaku juga berada di lokasi itu, lantas pelaku menjawab oh kalau blok itu di belakang sana dek, sambil si pelaku mengganggu dan memegang-memegang tangan saya kayak dilarang-larang pergi gitu, lalu Saya jawab janganlah bang, disaat itu hujan turun lebat, saya bersama temen pun berteduh di lokasi itu.

Lanjutnya menjelaskan, Diwaktu hujan reda saya mau pergi si pelaku mencoba melarang sambil duduk diatas motor saya dan si pelaku mengatakan kalau mau balik nanti dulu temani saya beli rokok di MTC, Kalau tidak mau nemani tidak boleh balik tidak dikasih kunci motornya jelasnya korban, sambil menambahkan, iya saya terpaksa temani dia beli rokok, dan sampai di MTC katanya pelaku belok sini sebentar alasannya mau buang air kecil, selesai buang air kecil itu dia langsung didorong saya dan terjadilah peristiwa itu yang sekitaranya pukul 09 malam, jelasnya, (21/01).

Dan saat itu juga korban membrontak (Melawan), Namun apadaya Seorang gadis kecil yang masih berstatus pelajar SMP ini tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa menerima nasib yang menimpa dirinya.

Menurut keterangan korban, Tempat Kejadian Perkara (TKP) pasnya dibelakang MTC, berdekatan dengan pagar perumahan Selebriti 3 di lapangan lahan PKP.

Pelaku remaja berinisial Y (23) kini meringkuk di penjara akibat perbuatan cabulnya itu. Pelaku ditangkap karena memperkosa seorang gadis berusia 15 tahun yang masih berstatus sekolah tersebut.

Pada kesempatan yang berbeda, Kanit Reskrim Polsek Nongsa Iptu Sofyan mengatakan, remaja tersebut menjadi korban pencabulan.

Iptu Sofyan mengatakan, pelaku bernama Y (23) yang diketahui berprofesi sebagai penjual buah di daerah Cikitzu.

Saat ini pelaku sudah dimasukkan ke dalam bui dan sedang menjalani serangkaian penyidikan.

“Sudah, sudah (ditahan). Ini masih disidik,” ujar Iptu Sofyan, Sabtu (23/1/2021). saat di konfirmasi awak media TRIBUNBATAM.id.

Di kesempatan yang sama, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si., membenarkan atas kejadian tersebut, “Untuk kss proses lanjut mas, Iya Mas untuk Kasus tersebut, Penyidik masih melengkapi berkas perkara serta alat bukti dan barang bukti untuk di limpahkan ke JPU” terangnya pada awak media LiputanToday.com, Sabtu (23/01). (red/tim).

Berita Terbaru