LiputanToday.Com (KENDAL) – Unit Reskrim Polres Kendal berhasil menangkap aksi pencurian spesialis pabrik. Ada empat pelaku pembobol pabrik milik PT Trisumber Lintas Nusantara (TLN) Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Kamis (30/01/2020). Pelaku mencuri sekira 19 ribu dus teh gelas.

Belasan ribu dus tersebut dilakukan para tersangka sebanyak 17 kali. Ada empat tersangka yang ditangkap pihak kepolisian. Mereka adalah satu warga Kecamatan Boja Kabupaten Kendal, Suratno (51).

Lalu tiga pelaku warga Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal yakni Eko Susanto (35), Dwi Riya A (36), dan Rohim (40).

Kapolres Kendal, AKBP Ali Wardana mengungkapkan, itu adalah aksi selama sekira 3 bulan.

Rentang waktu September hingga November 2019. Keempat tersangka itu mencuri sekira 19 ribu dus teh gelas milik PT Trisumber Lintas Nusantara (TLN) Boja, Kendal.

Belasan ribu dus tersebut dilakukan para tersangka sebanyak 17 kali. Aksi pencurian itu diketahui dan di monitoring oleh 2 petugas PT TLN yakni Eko, seorang driver dan Dwi sebagai helper.

Pelaku keduanya mengajak rekan bekas security perusahaan, Suratno dan kuli bongkar muat, Rohim.

“Begitu dimonitoring pihak perusahan melaporkan kehilangan 19 ribu dus senilai Rp 350 juta, kepolisian menindaklanjutinya,” Jelas Kapolres dalam gelar perkara, di Mapolres Kendal.

Kapolres Kendal, AKBP Ali Wardana mengungkapkan, kronologi pencurian dimulai oleh tersangka Suratno melompat ke atap gudang dan membuka segel pintu dari dalam.

Tiga rekannya yang sudah menunggu di depan pintu segera membantunya dengan memasukkan 200-600 dus teh kemasan tiap operasi ke dalam mobil.

Sebagian besar hasil curian dijual eceran dengan harga yang relatif murah. Hasilnya dibagikan rata oleh keempat tersangka. Namun nahas, sebelum hasil curian terjual semua, mereka tertangkap tangan dan kini telah mendekam di sel tahanan Polres Kendal.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 363 Ayat 1 KUHP junto Pasal 64 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan.

Adapun ancaman pidana adalah penjara selama 7 tahun.

“Ini komplotan baru dan barangnya kebanyakan sudah dijual,” Lanjut Kapolres.

Kepada pihak polisi, tersangka Eko mengatakan, hasil pencurian dijual dengan harga murah ke berbagai daerah. Satu dusnya ia hargai Rp 12 ribu dari harga umum Rp 16.500.

“Saya jual ecer murah. Hasil untuk saya buat makan dan bayar utang,” Terangnya. (Red/Feb)

Berita Terbaru