“Tak hanya itu, pengakuan dunia terhadap I La Galigo juga datang dari berbagai bentuk lainnya. Saat dimainkan di festival Linclon Center pada pertengahan 2005 di New York Amerika Serikat, Edward Rothstein dari The New York Times diterima sebagai karya teater musik yang sangat indah. Pementasannya juga sudah dilakukan di 9 Negara dan 12 Kota dunia, seperti Het Muziektheater Amsterdam, Forum Universal de Cultures Barcelona, Les Nuits de Fourviere Perancis, ” Urai Bamsoet.
Karenanya, Bendahara Umum DPP Partai Golkar periode 2014-2016 ini menilai tanggapan masyarakat terhadap pementasan I La Galigo di Jakarta harus bagus, melawan respons warga dunia lain. Memungkinkan saya La Galigo bisa menjadi tuan rumah di negerinya sendiri.
“Jika pementasan ini sukses, bisa menginspirasi dan memacu semangat produser lainnya untuk mementaskan cerita rakyat dalam panggung pertunjukan. Panggung pertunjukan kita akan dimeriahkan oleh khazanah budaya nusantara, Bukan sebaliknya disemarakan oleh budaya asing yang bisa saja tidak bertentangan dengan jati diri dan identitas Bangsa Indonesia,” Pungkas Bamsoet. (Kiki/Psp).






