, ,

Erick Thohir Tunjuk Wakapolri Jadi Wakil Komite Penanganan Covid-19

LiputanToday.Com (JAKARTA) – Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir menunjuk Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono untuk menjadi Wakil Ketua Pelaksana II Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN).

Gatot diperkenalkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir, yang juga Ketua Komite Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, saat konferensi pers bersama di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2020).

“Terima kasih Bapak Wakapolri, yang merupakan juga Wakil Ketua II Tim Pelaksana daripada Komite Pencegahan Covid-19 dan Percepatan Ekonomi Nasional,” kata Erick.

Menurut Erick, tim pelaksana tidak akan sukses tanpa dukungan TNI-Polri. Maka dari itu, ia mengunjungi Mabes Polri untuk memastikan sinergitas.

Selain itu, Erick juga menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat dalam penanganan Covid-19.

Menurutnya, penanganan Covid-19 juga tidak akan sukses apabila masyarakat tidak patuh menerapkan protokol kesehatan.

Maka dari itu, sosialisasi protokol kesehatan oleh aparat keamanan dinilai penting. Kegiatan tersebut akan difokuskan di 83.000 kelurahan dan desa.

“Karena itulah peningkatan kedisiplinan, peningkatan sosialisasi yang akan dilakukan oleh TNI-Polri menjadi hal yang sangat signifikan dan sangat penting, dalam arti supaya masyarakat bisa membantu daripada sukses penanganan Covid-19 ini,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakapolri mengatakan bahwa penunjukan tersebut merupakan tanggungjawab yang besar. Namun, dia mengaku sudah siap untuk membantu pemerintah guna memotong rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19 agar sektor kesehatan bisa kembali pulih dan perekonomian Indonesia bangkit.

“Ini tidak hanya dikerjakan oleh Polri tetapi juga bersama TNI dan Pemerintah. Kami akan pakai langkah persuasi sampai penegakan hukum,” ujar Wakapolri.

Wakapolri juga mengatakan bahwa pihaknya sudah memerintahkan seluruh anggota Polri untuk lebih serius lagi memutus rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia.

“Tidak ada yang main-main. Tidak ada kata jenuh untuk Polisi. Ini kegiatan kemanusiaan, laksanakan tugas dengan serius,” tegasnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir juga telah menunjuk Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa sebagai Wakil Ketua Pelaksana I Komite PCPEN.

Anggota PCPEN lain yang telah ditunjuk oleh Erick Thohir adalah Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Feri Wibisono, Deputi BPKP Selamat Simanullang, Dirjen Kominfo Ismail MT dan Deputi LKPP Sarah Sadiqa. (Monti).

, ,

Penangkapan Djoko Tjandra Dilakukan Polisi Malaysia Diserah Terima di atas Pesawat ke Polri

LiputanToday.Com (Jakarta) – Kadiv Humas Polri Irjen. Argo Yuwono menyampaikan Penangkapan Terpidana Kasus Hak Tagih Bank Bali Djoko Tjandra dilakukan dengan cara serah terima di atas pesawat antara Polisi Diraja Malaysia (PDRM) dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

“Prosesnya namanya serah terima. Begitu Djoko Tjandra ditangkap Polisi Diraja Malaysia kemudian melakukan serah terima dengan polisi Indonesia di atas pesawat,” kata Irjen Argo Yuwono dalam keteranganya, Sabtu (01/08/2020).

Menurutnya, sebelum proses Penangkapan, Kapolri Jenderal Idham Azis mengirimkan surat resmi kepada Kapolmal pada 23 Juli 2020. Setelah Polisi Diraja Malaysia melakukan penangkapan fisik terhadap Djoko Tjandra, barulah diserahkan kepada Bareskrim Polri untuk dibawa pulang ke Indonesia. “Setelah itu ditindaklanjuti kepada kepolisian Diraja Malaysia untuk meminta penangkapan kepada yang bersangkutan,” tandas Argo.

Sebelumnya Kabreskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo menyebut penangkapan Djoko Tjandra untuk menjawab keraguan publik terhadap kinerja Kepolisian.

“Djoko Tjandra sudah berhasil kita amankan. Tentunya ini menjawab keraguan publik selama ini, apakah Polri bisa menangkap, dan hari ini kita menunjukkan komitmen kita bahwa Djoko Tjandra bisa kita tangkap,” kata Listyo Sigit Prabowo di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (30/7).

Djoko langsung dibawa ke Indonesia menggunakan pesawat carter dan tiba di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar Pukul 22.42 WIB. Saat ini, Djoko Tjandra telah resmi menjadi warga binaan dan ditahan di Rutan Salemba cabang Bareskrim Polri.

Berdasarkan foto yang beredar, Djoko Tjandra yang menggenakan kemeja warna merah bercelana panjang hitam dikawal oleh enam orang personel bareskrim Polri. Djoko Tjandra ditempatkan di sel nomor satu.

Penempatan Djoko Tjandra di Rutan Salemba cabang Mabes Polri ini hanya sementara untuk kepentingan penyelidikan. Jika telah selesai, Bareskrim Polri akan kembali menyerahkan kepada Karutan Salemba untuk menempatkan Djoko Tjandra sesuai dengan kebijakan Kepala Rutan Salemba. (Red).

,

Edarkan 8.600 Lembar Dollar Palsu, Oknum Wartawan Disergap Polisi di Kontrakan

LiputanToday.Com (Tangerang) – Diduga mengaku dari salah satu wartawan media online sebagai Ka.Biro di DKI Jakarta, (KR) menjadi Seorang Pengedar Uang dollar Amerika Palsu sebanyak 6.800 lembar Pecahan 100 ribu, akhirnya diamankan Mapolsek Teluknaga, Kabupaten Tangerang.

Terduga pelaku disergap di Jalan Raya Salembaran RT 03/08, Desa Salembaran Jati, Kecamatan Kosambi, melalui informasi dari warga sekitar. diketahui terduga pelaku KR bekerja di salahsatu media online yang berada di Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu.

“Terduga pelaku KR ngakunya wartawan, KR ini sudah kenal dengan temannya PR yang bersatus DPO sejak tahun 2018 lalu,” papar Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol. Sugeng Hariyanto saat konferensi pers di Mapolsek Teluknaga, Rabu (22/07/2020).

Lebih lanjut Sugeng mengatakan, Kedua terduga pelaku KR dan PR sudah saling mengenal sejak tahun 2019 yang lalu, meski sempat berpisah dalam beberapa bulan terakhir. Namun mereka bertemu kembali di tahun 2020. Karena PR yang saat ini masih DPO menghubungi KR kembali untuk mengedarkan uang palsu tersebut.

“Mereka itu sudah saling kenal sudah cukup lama, lalu mereka tidak ketemu hampir 1 tahun, Kemudian PR dan KR bertemu kembali, setelah itu mereka berdua buat uang dolar Amerika palsu,” ujarnya.

Dari hasil penggerebekan pihak kepolisian berhasil mengamankan KR beserta barang bukti 8.600 lembar uang dolar Amerika palsu didalam Kontrakan. Saat ini KR sudah berada ditahanan Mapolsek Teluknaga, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya di mata hukum.

“Sudah kita bawa KR beserta duit dolar palsunya yang kita temukan di tempat tinggal KR, kasus ini masih dalam pengembangan. Sementara itu KR dijerat pasal 244 kuhp subs, pasal 245 kuhp, diancam pidana 15 tahun penjara,” tandasnya. (Igor/Zoe).

, ,

Sinergitas TNI, Polri dan Masyarakat di Lokasi TMMD ke 108 Kodim 0316/Batam

LiputanToday.Com (Batam) – Pelaksanaan kegiatan TMMD ke- 108 di wilayah Kodim 0316/Batam didukung oleh personil dari TNI, Polri dan masyarakat sebagai wujud sinergitas guna mewujudkan pembangunan dikawasan terisolir di wilayah Batam.

Dalam kegiatan ini, sebanyak 27 warga masyarakat kampung Tanjung Gundap, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung turut serta membantu prajurit Tiga Matra dan personel Polisi dalam melaksanakan pekerjaan fisik di Lokasi TMMD 108 Kodim 0316/Batam.

Kehadiran personel Satgas TMMD guna membantu Pemerintah Daerah dalam mewujudkan pembangunan yang merata disegala bidang.

Sejak dimulainya Pra TMMD hingga dibukanya TMMD tanggal 30 Juni yang lalu, warga sangat antusias membantu TNI membuat jalan di lingkungan pemukiman warga kampung Tanjung Gundap. Mereka bahkan tidak kenal lelah membantu TNI dalam mewujudkan pembangunan diwilayah tempat tinggal mereka.

Dalam kegiatan TMMD ke -108 Kodim 0316/Batam TA. 2020 kali ini mengerahkan prajurit dari Yonif RK 136/TS, Yonif 10 Marinir/SBY, Lanal Batam, Lanud Batam, Polresta Barelang dan Brimob Polda Kepri.

Tidak seperti pelaksanaan TMMD tahun – tahun sebelumya dimana para Anggota satgas menginap membaur bersama dengan masyarakat, untuk Satgas TMMD ke -108 Kodim 0316/Batam TA. 2020 ini menginap di barak Yonif RK 136/TS yang kebetulan jaraknya tidak terlalu jauh dari lokasi TMMD. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari ataupun mencegah penyebaran wabah Covid-19.

“Guna menghindari wabah Covid-19 yang masih ada, maka personel Satgas TMMD menginapnya selama pelaksanaan TMMD di Barak Yonif RK 136/TS“ ujar Pasiter Kodim 0316/Batam, Kapten Inf HP. Bangun.

Lanjut dikatakan Pasiter, tanggal 3 Juli 2020ini merupakan hari yang ke tiga pelaksanaan TMMD ke-108, para prajurit TNI dan Polri dibantu masyarakat kampung Tanjung Gundap sebanyak 27 orang dengan penuh semangat mengerjakan sasaran fisik TMMD yaitu semenisasi jalan lingkungan yang akan dibangun sepanjang 1.063 meter.

“Hari ini Satgas dibantu masyarakat mengerjakan semenisasi jalan dan pemasangan gorong gorong, meski cuaca cukup panas mereka tetap semangat sekali,“ tutup Pasiter Kodim 0316/Batam Kapten Inf. HP. Bangun. (Red).

,

Akibat Malpraktik, 9 Tahun Suhendra Menderita Lumpuh Layu tanpa Perhatian

LiputanToday.Com (Kisaran) – Viralnya warga Asahan, Suhendra (49) yang menderita lumpuh layu selama 9 Tahun menjadi perhatian Kabaharkam Polri Komjen Pol. Agus Andrianto.

Suhendra yang hanya mampu berbaring awalnya adalah suami dan ayah yang tangguh, namun saat ini menderita lumpuh layu sehingga tidak mampu menafkahi keluarganya.

Melalui stafnya Abink, Kabaharkam Polri Memberikan 9 Paket Bantuan berupa 9 karung beras, 3 dus mie instan, 3 pouch minyak goreng, 3 papan telur, 4 bungkus popok dewasa, 4 buah sarung, 1 buah kasur matras, perlengkapan mandi dan cucian.

“Saya di whatsapp Pak Kabaharkam untuk memberi bantuan kepada Pak Suhendra”, tutur Abink menirukan ucapan Komjen Agus saat menyampaikan bantuan ke rumah Suhendra di Jalan Kikir Link III, Keluaran Dadimulyo, Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan.

Suhendra yang hanya dirawat oleh anak-anak dikarenakan sang istri, Warsiem (47) tengah bekerja sebagai TKI di Malaysia, dan situasi pandemi ini Istri tidak dapat pulang ke tanah air.

Dengan terharu Suhendra menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Kabaharkam Polri, Komjen Agus Andrianto atas perhatian dan bantuan yang diberikan.

“Terima kasih pak Agus, hanya doa yang bisa kami panjatkan semoga pak Agus dan keluarga senantiasa dilindungi Allah SWT”, ujar Suhendra.

Terpisah Kabaharkam Polri Agus Andrianto melalui pesan singkat Whatsapp mengatakan bahwa bantuan tersebut wujud kepedulian Polri kepada masyarakat, apalagi yang membutuhkan.

“Kehadiran Polri membantu masyarakat merupakan representasi kehadiran negara ditengah-tengah masyarakat”, ujar Komjen Agus.

“Jika ingin berobat silakan ke Rumah Sakit Bhayangkara jika terbatas keuangannya, jika tidak memiliki BPJS nanti pak Bhabinkamtibmas yang bantu berkordinasi dengan pihak pemerintah daerah untuk masuk kepesertaan BPJS PBI.”, ucap Komjen Agus.

Diketahui sebelumnya, Suhendra warga Kabupaten Asahan menderita lumpuh layu sejak 26 Juni 2011 akibat malpraktik mantri di Kelurahan Dadimulyo.

Ada upaya damai dari pihak mantri secara kekeluargaan untuk mengobati Suhendra sampai sembuh serta membantu kebutuhan sehari-hari, namun hanya diawal saja dibantu, sekarang sudah tidak lagi.

Penyerahan bantuan turut didampingi Bripka Sudarmono personil Polsek Kota Kisaran Polres Asahan yang menyalurkan bantuan dari Kabaharkam Polri mengaku akan menyampaikan penyebab kelumpuhan ini kepada Kapolsek Kota Kisaran dan Kapolres Asahan. (Abink/red).

, ,

Wakili Kapolri Rapat Bersama Gugus Tugas, Kabaharkam Polri Sampaikan Perkembangan Kasus Ambil Paksa JENAZAH Covid-19

LiputanToday.Com (Jakarta) – Kabaharkam Polri, Komjen Pol Drs Agus Andrianto SH, MH, selaku Kaopspus Aman Nusa II-Penanganan COVID-19, mewakili Kapolri mengikuti rapat koordinasi virtual pimpinan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Tingkat Nasional dari Ruang Rapat Baharkam Polri, Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jumat (12/06/2020)

Rapat yang dipimpin Kepala BNPB sekaligus Kepala Gugus Tugas COVID-19, Letjen TNI Doni Monardo, ini beragendakan kasus pengambilan paksa jenazah pasien COVID-19, isu masyarakat dibayar oleh rumah sakit untuk mengaku pasien COVID-19, penolakan masyarakat atas Rapid Test dan peningkatan kasus positif di beberapa daerah.

Terkait penindakan hukum kepada masyarakat yang mengambil paksa jenazah pasien COVID-19, Kabaharkam Polri menerangkan, sudah ada empat laporan kepolisian (LP) dan 10 tersangka sudah ditangkap.

“Dari para pelaku yang sudah dilakukan pengkapan, ada beberapa tersangka reaktif COVID-19,” ungkap Agus Andrianto.

Sedangkan untuk kasus ujaran kebencian dan berita bohong, pihak kepolisian telah menangani sebanyak 107 kasus dengan 107 tersangka.

Selain melakukan penegakan hukum, Kabaharkam Polri menjelaskan, Kapolri juga telah memerintahkan jajarannya agar berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan pasien yang meninggal dunia apakah positif COVID-19 atau negatif sehingga tidak menimbulkan keraguan di masyarakat.

Adapun untuk pelaksanaan Rapid Test, Polri telah mengeluarkan petunjuk dan arahan kepada jajarannya agar berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memrioritaskan kepada masyarakat yang berinteraksi secara langsung dengan pasien COVID-19 sehingga tidak menimbulkan penolakan.

“Untuk usia rentan diprioritaskan melakukan pemeriksaan Swab Test,” imbuh Komjen Pol Agus.

Rakor tersebut juga diikuti oleh Menko Polhukam, Menkes, Jaksa Agung, Kasum TNI, para Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, para Koordinator Bidang-Bidang dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, serta Koordinator Sub Bidang Gakkum dan anggota. (Kabaharkam Polri/red).

, ,

Terungkap !! Ini Penyebab Warga Ambil Paksa Jenazah Pasien COVID-19 dan Tolak Rapid Test

LiputanToday.Com (Jakarta) – Kabaharkam Polri, Komjen Pol Drs Agus Andrianto SH, MH, selaku Kaopspus Aman Nusa II-Penanganan COVID-19, mewakili Kapolri mengikuti rapat koordinasi virtual pimpinan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Tingkat Nasional dari Ruang Rapat Baharkam Polri, Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jumat (12/06/2020).

Rapat yang dipimpin Kepala BNPB sekaligus Kepala Gugus Tugas COVID-19, Letjen TNI Doni Monardo, ini beragendakan: kasus pengambilan paksa jenazah pasien COVID-19; isu masyarakat dibayar oleh rumah sakit untuk mengaku pasien COVID-19; penolakan masyarakat atas Rapid Test dan peningkatan kasus positif di beberapa daerah.

Terkait penindakan hukum kepada masyarakat yang mengambil paksa jenazah pasien COVID-19, Kabaharkam Polri menerangkan, sudah ada empat laporan kepolisian (LP) dan 10 tersangka sudah ditangkap. “Dari para pelaku yang sudah dilakukan pengkapan, ada beberapa tersangka reaktif COVID-19,” ungkap Agus Andrianto.

Sedangkan untuk kasus ujaran kebencian dan berita bohong, pihak kepolisian telah menangani sebanyak 107 kasus dengan 107 tersangka.

Selain melakukan penegakan hukum, Kabaharkam Polri menjelaskan, Kapolri juga telah memerintahkan jajarannya agar berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan pasien yang meninggal dunia apakah positif COVID-19 atau negatif sehingga tidak menimbulkan keraguan di masyarakat.

Adapun untuk pelaksanaan Rapid Test, Polri telah mengeluarkan petunjuk dan arahan kepada jajarannya agar berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memrioritaskan kepada masyarakat yang berinteraksi secara langsung dengan pasien COVID-19 sehingga tidak menimbulkan penolakan.

“Untuk usia rentan diprioritaskan melakukan pemeriksaan Swab Test,” imbuh Agus Andrianto.

Sementara itu Wakil Kepala BIN, Letjen TNI (Purn) Teddy Lhaksmana, menjelaskan adanya kasus pengambilan paksa jenazah pasien COVID-19 di Bekasi, Makassar, dan Surabaya salah satunya dikarenakan ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Selain itu, masyarakat ada yang menolak keluarganya dimakamkan dengan prosedur COVID-19, terutama untuk pasien yang hasil tes swab-nya negatif atau bahkan belum dilakukan tes sama sekali.

“Ada beberapa kalangan masyarakat berpendapat bahwa terkena COVID-19 adalah aib apabila positif,” kata Teddy Lhaksmana.

Hal itu kemudian diperparah dengan adanya isu beberapa rumah sakit mengambil keuntungan yang tidak wajar dari jenazah yang dimakamkan secara prosedur COVID-19. Isu lainnya adalah rumah sakit membayar orang untuk mengaku pasien COVID-19.

“Adanya isu masyarakat dibayar untuk mengakui pasien COVID-19 merupakan isu yang tidak benar,” tegas Teddy Lhaksmana.

Sementara itu, terkait adanya penolakan Rapid Test, Waka BIN menjelaskan karena adanya surat edaran yang mengatasnamakan Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang berisikan imbauan kepada seluruh MUI dan ulama se-Indonesia agar tidak melakukan Rapid Test karena merupakan modus operasi negara komunis China. “Dan MUI sudah mengklarifikasi bahwa surat edaran itu tidak benar,” ungkap Teddy Lhaksmana.

“Dari beberapa isu yang beredar di masyarakat tersebut tujuan utama adalah untuk memunculkan rasa ketidakpercayaan masyarakat terhadap tenaga medis,” tambahnya.

Oleh karena itu, BIN menyarankan Gugus Tugas untuk tetap memberikan sosialisai dan edukasi dan mengcounter isu-isu negatif yang beredar serta melakukan proses hukum yang tegas dan terukur terhadap penyebar berita bohong atau hoaks.

Rakor tersebut juga diikuti oleh Menko Polhukam, Menkes, Jaksa Agung, Kasum TNI, para Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, para Koordinator Bidang-Bidang dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, serta Koordinator Sub Bidang Gakkum dan anggota. (Kabaharkam Polri/red).

, ,

Polri Keluarkan TR Tanggapi Video Viral Keluarga Ambil Paksa PDP dan Jenazah Jatuh dari Peti

LiputanToday.Com (Jakarta) – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tanggapi beredarnya 2 Video Viral masing-masing tentang Keluarga Ambil Paksa Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19 dari Rumah Sakit dan Jatuhnya Jenazah dari Peti saat Proses Pemakaman dengan prosedur penanganan COVID-19.

Untuk itu Polri mengeluarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1618/VI/Ops.2/2020 tanggal 5 Juni 2020 yang ditandatangani atas nama Kapolri oleh Kabaharkam Polri, Komjen Pol Drs Agus Andrianto SH, MH, selaku Kepala Operasi Terpusat Kontijensi Aman Nusa II-Penanganan COVID-19 Tahun 2020.

“Surat Telegram tersebut ditujukan kepada para Kasatgas, Kasubsatgas, Kaopsda, dan Kaopsres Opspus Aman Nusa II 2020 untuk berkoordinasi, bekerja sama, dan mendorong pihak rumah sakit rujukan COVID-19 untuk segera melaksanakan tes swab terhadap pasien yang dirujuk, terutama pasien yang sudah menunjukkan gejala COVID-19, memiliki riwayat penyakit kronis, atau dalam keadaan kritis,” kata Agus Andrianto dalam keterangan persnya, Selasa (9/06/2020).

Dengan demikian, ia berharap, akan diketahui pasien bersangkutan berstatus positif atau negatif sehingga tidak timbul keraguan dari pihak keluarga kepada pihak rumah sakit terkait tindak lanjut penanganan pasien.

Selain itu, Surat Telegram tersebut juga memerintahkan para Kasatgas, Kasubsatgas, Kaopsda (Kapolda), dan Kaopsres (Kapolres) Opspus Aman Nusa II 2020 untuk berkoordinasi dan bekerja sama dengan pihak rumah sakit rujukan COVID-19 untuk memastikan penyebab kematian pasien apakah benar-benar korban COVID-19 atau tidak.

“Jika jenazah yang dimaksud telah dipastikan positif COVID-19, maka proses pemakamannya harus dilakukan sesuai prosedur COVID-19,” tegas Agus Andrianto.

Namun jika jenazah terbukti negatif COVID-19, lanjut Kabaharkam Polri, proses pemakamannya dapat dilakukan sesuai dengan sayriat atau ketentuan agama masing-masing. Namun, ia menekankan kepada pihak keluarga/kerabat, proses persemayaman dan pemakamannya harus tetap menerapkan protokol kesehatan: pakai masker dan jaga jarak.

“Terus berikan edukasi dan sosialisasi secara masif kepada masyarakat terkait proses pemakaman jenazah COVID-19 sehingga tidak terulang kembali kejadian seperti dalam video yang viral kemarin, termasuk jangan sampai ada lagi penolakan pemakaman pasien COVID-19 oleh masyarakat,” pesan Agus Andrianto kepada jajaran Opspus Aman Nusa II.

Sebelumnya viral dua video tentang penanganan COVID-19. Video pertama terkait pihak keluarga bersama puluhan orang mengambil secara paksa pasien PDP di RS Dadi Makassar, yang merupakan pasien rujukan dari RS Akademis Makassar sejak Senin, 1 Juni 2020, karena menunjukkan gejala seperti batuk, demam tinggi, sesak napas, dan muntah. Pada tanggal 3 Juni 2020 pasien tersebut meninggal dunia sehingga pihak rumah sakit langsung menghubungi Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 untuk melakukan pemakaman sesuai protokol COVID-19. Namun pihak Humas RS Dadi Makassar menjelaskan belum sempat mengambil sampel swab terhadap pasien tersebut untuk diperiksa.

Selanjutnya, Video kedua berisi jatuhnya jenazah hingga keluar dari peti pada proses pemakaman menggunakan protokol COVID-19 di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, yang menyebabkan protes dari pihak keluarga atas kelalaian petugas pemakaman yang memang sebelumnya sudah keberatan atau tidak terima jenazah dimakamkan sesuai prosedur COVID-19 karena sampai saat itu jenazah belum dilakukan tes swab sehingga timbul keraguan positif atau negatif COVID-19. (Abink).

,

Diduga Melakukan Pengrusakan, Oknum Polisi di Propamkan

LiputanToday.Com (Labuhanbatu) – Ummi Hanni (54) warga Desa Rasau, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan Sumatera Utara, bersama Kuasa Hukumnya Dam Hasonangan Harahap SH, MH resmi membuat pengaduan ke Propam Polres Labuhanbatu terkait dugaan Pengrusakan Lahan yang dilakukan oknum Polisi berinisial ASL, Kamis sekira Pukul 17.00 Wib (23/04/2020).

“Kita melakukan Pengaduan resmi ke bagian Propam Polres Labuhanbatu, atas dugaan pengerusakan Lahan sawit dan tanaman sekitar 3 Ha, yang dilakukan dengan menggunakan Alat berat” sebut Dam Hasonangan Harahap pada media.

Menurut pengacara Hasonangan, pelaku diduga memiliki Surat tahun 2007 sedangkan Kliennya ibu Ummi memiliki alas hak sejak tahun 1985, dan lahan seluas kurang lebih 4 ha tersebut telah dikuasai dan diusahai keluarga ibu Ummi sejak tahun 1985.

“Benar bang sejak tahun 1985 ibu Ummi beserta keluarga dihidupi oleh kebunnya tersebut, dan kini beliau kasihan karena hanya kebun itu yang menghidupi mereka, namun kini telah hancur,” terang Hasonangan.

Kemudian menurut Hasonangan perbuatan ini jelas melawan hukum, dan tentu selanjutnya akan melaporkannya sebagai Pidana. Namun Dumas yang dilakukan pada hari Kamis tersebut, pengaduan agar pihak Propam Polres Labuhanbatu melakukan Penyidikan.

Kasi Propam Polres Labuhanbatu Ipda K Siagian, membenarkan ibu Ummi Hani Harahap, datang ke kantor Propam membuat pengaduan pengerusakan lahan dan tanaman sawit miliknya.

“Pengaduan masyarakat ini bang, agar supaya kami dapat melakukan penyidikan tentang permasalahan ini, namun untuk Surat Tanda Pengaduannya belum bisa kita terbitkan, karena harus kita lidik dulu,” sebut Kasi Propam.

Kapolres Labuhanbatu, AKBP Agus Darojat saat dikonfirmasi Media mengarahkan pada Kasi Propam.

“Silahkan konfirmasi ke sie Propam Polres ya untuk lebih detail,” tulis Kapolres melalui pesan WhatsApp. (24/04/2020).

ASL saat dikonfirmasi lewat Pesan WA, mengatakan singkat “Setiap orang punya hak mengadu untuk mendapatkan kepastian Hukum,” tulisnya melalui pesan singkat. (KD).

, ,

Kodim 0316 Batam Bagikan Sembako dan Masker ke Warga Tanjung Piayu Terdampak Covid -19

LiputanToday.Com (Batam) – Babinsa 14 Kel.Tanjung Piayu, Koramil 01/BT, Kodim 0316 Batam melaksanakan Pembagian Sembako secara serentak TNI Polri di Kampung tua Rt.01 Rw.10 Piayu Laut Kel. Tanjung Piayu Kec. Sei Beduk, Kota Batam. Rabu, (15/4/2020). Pukul 10.00 WIB.

Kegiatan di tengah wabah pandemi ini bertujuan untuk membantu meringankan beban warga yang terdampak akibat merebaknya virus Covid -19 khususnya warga kurang mampu.

“Kemudian menunjukkan kepada masyarakat bahwa TNI dan Polri bisa tetap bersinergi dan tetap solid didalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat,” ucap Saputra.

Babinsa Serda Saputra mengaku, pihaknya bersama Polri ingin mengedukasi masyarakat dengan memberikan imbauan dibarengi dengan berbagi sembako.

TNI dan Polri Tanjung Piayu mengajak masyarakat agar tetap dirumah bila tidak berkepentingan serta mengikuti semua himbauan pemerintah agar kita bisa memutus mata rantai Covid -19 khususya di Kelurahan Tanjung Piayu, sebagai bentuk peran nyata masyarakat dalam membantu memutus rantai covid – 19 di kota Batam.

Beberapa warga bahkan terlihat senang menerima bantuan sembako, Sesekali mereka menyampaikan rasa terimakasih kepada Polisi dan TNI.

Hadir dalam kegiatan tersebut, AKP Ganjar, Kapolsek Sei Beduk, Iptu Samianto kanit sabara, Brigadir Mastoman. Babinkamtibmas, Serda Yudi Saputro Babinsa 14 Tanjung Piayu.